Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya (Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a)

Arsip

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 01 Maret 2019

Grab Food dan Go-Food. Mana Yang Lebih Hemat



Persaingan usaha Grab dan Go-Jek kini sudah merambah Palangka Raya. Banyak masyarakat yang sangat terbantu dengan adanya layanan ini. Selain layanan transportasi, keduanya juga memberikan layanan pemesanan makanan yang disebut Grab Food dan Go-Food.

Kali ini aku mau bandingin harga keduanya. Biar fair maka warungnya sama (mungkin berbeda nama sedikit tapi percayalah itu warung yang sama), yang dipesan juga sama, serta tujuan pengantarannya pun sama. Tidak lupa untuk menghilangkan segala promo yang ada.

Disclaimer: aku bukan di-endorse warung yang menjadi contoh di tulisan ini dan juga tidak ingin mendiskreditkan Grab atau Go-Jek khususnya pada layanan Food. Ini murni hanya penasaran layanan siapa yang lebih hemat

Kedai Seblak
Menu yang dipesan adalah seblak ceker dan seblak komplit dengan tujuan antar ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Palangka Raya
Hasilnya ada pada capture berikut

Grab Food

Go-Food


Pizza Buah
Menu yang dipesan pizza buah ukuran S dan ukuran M. Tujuan antar masih sama ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Palangka Raya
Hasilnya adalah
Grab Food

Go-Food


Jadi aku bisa simpulkan
1. Secara harga, maka lebih hemat pembelian dengan menggunakan Grab Food
2. Secara ongkos antar, maka lebih hemat dengan menggunakan Go-Food
3. Secara keseluruhan (harga+ongkos antar) maka lebih hemat menggunakan Grab Food

Kamis, 28 Februari 2019

Telor Yang Berubah Menjadi Ayam dan Lele


Foto koleksi Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya
Tulisan ini bisa dibilang nyambung sama tulisan sebelumnya yaitu Camping Ayah Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya. Namun kali ini aku pengen cerita tentang Gala Dinner yang seru

Jadi, peserta camping ayah kan dibagi berkelompok dengan nama suku. Aku ada di Suku Kecebong Kecubung Merah. Nah tiap suku diharapkan memasak se-enak mungkin untuk kegiatan Gala Dinner. Di kelompok kami, masak digawangi oleh Ustadz Munir. Dengan bahan yang ada, kami masak nasi, lauk telor dadar campur kornet, terong goreng, dan kacang panjang kukus serta mentimun. Tidak lupa sambal sebagai penambah selera makan

Setelah selesai masak, kami disuruh menyajikan makanan di atas 2 buah loyang besar. Untuk dibawa ke tempat berkumpul. 1 buah loyang besar akan kami makan dan loyang besar lainnya akan ditukar-tukar dengan kelompok lain. Dan teeerreeeeenngggg!!! Telor kornet sederhana pun berubah menjadi ayam goreng dan lele pada 1 loyang yang ditukar tadi.
Foto koleksi Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya

Foto koleksi Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya
Para ayah pun makan dengan lahap dan seru. Maklumlah mungkin sudah keroncongan perutnya sebab berkegiatan dari siang sampai sore hari. Saking serunya para ayah ini ada yang bilang "rejeki yang tertukar". Semoga bisa saling mengikhlaskan ya ayah-ayah hebat semua.

Paginya kami masak lagi untuk sarapan. Kali ini menunya kurang lebih sama dengan tadi malam (aslinya sih untuk ngabisin bahan masak aja). Yang berbeda hanya terong yang dibakar memanfaatkan sisa bara api yang dibuat ayah-ayah tenda sebelah. Sayangnya masih pagi ini telornya tidak bisa berubah lagi menjadi ayam atau lele karena para ayah sarapan di tenda masing-masing

Rabu, 27 Februari 2019

Camping Ayah Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya



Ayah sangat berperan penting terhadap pendidikan anak. Bukan sekedar mencari nafkah untuk menghidupinya tapi juga harus terlibat aktif dalam pendidikan dan pengasuhan. Banyak penelitian yang menyatakan "ketidakberesan" tingkah laku anak saat dewasa ada pengaruhnya dari dekat atau tidaknya anak ke ayahnya.

Dalam rangka inilah Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya melaksanakan kegiatan Camping Ayah untuk wali muridnya dengan mengambil tema "Menjadi Ayah Milennial Dengan Tidak Meninggalkan Kearifan Lokal dan Tradisi Yang Baik" dengan materi Coaching Clinic "Ayah bercerita, anak bahagia". Kegiatan camping diadakan di Bumi Perkemahan Nyaru Menteng tanggal 23 - 24 Februari 2019

Secara ringkas, kegiatan camping ayah ini sangat seru apalagi buat aku yang pertama kali ikut. Sebelum hari H udah kepikiran wah bakalan dapat tambahan kawan-kawan baru ini.

Hari pertama, para ayah kumpul di sekolah untuk saling berkoordinasi biar enak berangkatnya. Banyak juga para ayah yang saling berkenalan termasuk aku. Barang-barang yang dipersiapkan juga kurang lebih seperti halnya camping yang jauh dari "peradaban". Berangkat dari sekolah secara mandiri, yang ga ada alat transportasi bisa numpang di mobil yang masih bisa ditumpangi.

Setelah tiba di lokasi camping, para ayah berkegiatan cukup padat. Mulai dari mendirikan tenda, pembetukan "suku", pembukaan, masak, hingga gala dinner yang seru. Malamnya diadakan coaching clinic tentang ayah bercerita oleh Kak Hadian Maryadi

Hari kedua pun tidak kalah seru. Para ayah diajak tracking ke hutan dimana ada beberapa pos yang menyediakan permainan seru yaitu memanah, patil lele, main kelereng, dan gobak sodor. Benar-benar mengingatkan permainan ayah-ayah di masa anak-anak dulu. Para ayah tidak segan untuk tertawa dan bersenang-senang sejenak melupakan hal terkait pekerjaan

Jumat, 21 Desember 2018

Race Lari di 2018


Bagi sebagian orang yg hobi lari, race merupakan suatu ajang pembuktian latihan selama ini dan sekalian jalan-jalan juga sih. Aku bukan termasuk maniak race karena memang untuk race di luar kota butuh biaya yang tidak sedikit. Jadi aku ngikuti race kecil-kecilan aja sih di kota kebanggaan Palangka Raya
  1. Kalteng Pos Run 7k
  2. Diadakan oleh koran harian lokal Kalteng Pos. Biaya pendaftara Rp. 150.000,- (harga komunitas) menempuh jarak (dalam catatan GPS jam aku) 8,45k meskipun tajuknya 7k


  3. Mandiri Jakarta City Marathon 2018
  4. Diadakan oleh Bank Mandiri. Aku hanya dapat slot 5k seharga Rp. 125.000,- (harga early bird). Sayangnya race ini ditunda atau mungkin dibatalkan H-3 sebelum penyelenggaraan. Kecewa berat karena udah terlanjur berangkat akhirnya jalan-jalan aja sama keluarga. Di refund biaya pendaftaran tapi akomodasi enggak!

  5. Fun Run 3k (1st Anniversary Palangka Raya Runners)
  6. Diadakan oleh komunitas lari Palangka Raya Runners (Indorunners Palangka Raya) bertajuk Fun Run 3k untuk merayakan ulang tahun pertama mereka. Biaya pendaftaran Rp 80.000,-

  7. Kalteng Damai Night Run 2018
  8. Diadakan oleh TNI Angkatan Darat untuk memperingati Hari Juang Kartika. Kategori 5k (gratis)

Yah cuma 4 race (1 batal) itu aja race di tahun 2018. Semoga di tahun 2019 bisa ikutan race major minimal 1 kali lah dan kategori HM

Rabu, 07 November 2018

Refund Penerbangan di Traveloka



Ok langsung aja ya. Mhn maaf kalo tulisan kali ini rada berantakan maklum nulisnya juga buru-buru memanfaatkan waktu istirahat kantor yang mepet

Jadi, beberapa waktu lalu aku berencana untuk jalan-jalan sekeluarga ke Jakarta. Tentunya transportasi yang paling pas ya pake pesawat jadi aku pesannya via Traveloka. Biar mudahnya aku bikin semacam kronologi aja ya

  1. Minggu, 14 Oktober 2018 pukul 06.10 wib aku melakukan booking dan pembayaran tiket maskapai BATIK AIR dengan rute Palangka Raya (PKY) - Jakarta (CGK) untuk 2 orang dewasa dan 1 anak seharga Rp. 2.043.264. Kebetulan ada promo menggunakan paylater akhirnya aku pake fasilitas itu dengan memanfaatkan cicilan 3 bulan
  2. Senin, 15 Oktober 2018 pukul 07.19 wib dapat SMS dari BATIK AIR kalo penerbangannya dibatalkan dan diminta untuk melakukan refund
  3. Pada hari yang sama aku ke kantor LION yang ada di bandara karena kebetulan kantor aku dekat dengan bandara dan menanyakan kebenaran pembatalan penerbangan. Ternyata benar dan disarankan oleh pihak LION untuk langsung meminta refund via travelokanya menggunakan alasan PEMBATALAN OLEH MASKAPAI. Membaca dari S&K refund tidak dapat dilakukan dalam 1-2 hari. Oke lah gak apa-apa toh pake paylater juga
  4. Beberapa hari kemudian refund masuk ke paylater aku sebesar Rp. 922.500,- Nah loh harusnya kan dibalikin 100%. Artinya masih ada kekurangan Rp.  1.120.764,-
  5. Karena kesibukan ya sudah berhari-hari didiamkan. Dan hari ini tanggal 7 Nopember 2018 aku coba untuk menghubungi traveloka via telepon
  6. Dijelaskan sama operator terkait refund 100% dan benar seharusnya refund aku 100%. Untuk memprosesnya, operator meminta aku mengirim bukti SMS pembatalan dari maskapai dan menyebutkan nomor pesanan via email
  7. Ga berselang lama, aku langsung kirim permintaan dokumen yang dimaksud
  8. Setelah beberapa kali dapat email proses refund, akhirnya yang Rp. 1.120.764,- dikembalikan lagi ke akun paylater aku kurang lebih 1 jam dari pengiriman bukti pembatalan maskapai

Sebuah pengalaman berharga yang mungkin bisa jadi pembelajaran buat para pembaca yang suka traveling atau sering menggunakan jasa penerbangan khususnya pengguna Traveloka

Bagi yang pengen tanya atau komentar silahkan ya di kolom komentar