Senin, 26 September 2016

Tentang Pekerjaanku (Sedikit Curhat)


Sumber gambar dari internet

Berawal dari iseng ikut test CPNS yang kebetulan ada penempatan di daerah yang tidak jauh dari rumah, itulah awal dari sebuah pekerjaan yang harus aku jalani dengan benar-benar serius.

Pasca ujian CPNS yang hasilnya adalah aku diterima di salah satu instansi vertikal, aku mulai masuk dunia kerja yang tidak sedikit yang mengidam-idamkan namun juga tidak sedikit yang mencaci maki karena digaji namun "tidak bekerja". Apapun pendapat orang, faktanya aku diterima pada pekerjaan ini.

Awal masuk kerja, aku ditugaskan menjadi staf Tata Usaha dengan pekerjaan mengetik surat menyurat, mengetik laporan, mengagenda surat masuk dan surat keluar dan beberapa pekerjaan lainnya.

Tidak butuh waktu lama, aku dipercaya sebagai operator aplikasi penganggaran. Namanya aja sih operator tapi pekerjaannya banyak banget. Mulai dari menyusun apa saja kegiatan yang akan dilakukan tahun mendatang berikut jumlah biaya yang diperlukan hingga membuat TOR (Term Of Reference) dan RAB (Rencana Anggaran Biaya) terhadap kegiatan-kegiatan tersebut. Oh ya dengan menjadi operator aplikasi pengganggaran ini tidak berarti pekerjaan sebelumnya aku lepaskan. Tetap saja aku yang mengerjakan. Aplikasi penganggaran juga ternyata tidak hanya sampai di ketok palu untuk besar anggaran tapi juga berjalan sepanjang tahun jika ada proses revisi anggaran baik itu pergeseran ataupun pengurangan anggaran yang biasa kami sebut efisiensi.

Selain operator aplikasi pengganggaran aku juga dipercaya sebagai operator aplikasi SPM. Sebuah aplikasi yang output-nya adalah SPM (Surat Perintah Membayar) yang akan diajukan ke KPPN untuk pencairan dana. Dan ternyata bukan hanya sebagai operator tapi juga mengurusi urusan keuangan jika terjadi permasalahan baik itu permasalahan aplikasi atau alur yang harus dilalui dalam proses pencairan dana

Kepindahan kantor ke ibukota propinsi ditambah dengan semakin banyaknya tenaga honorer di TU berakibat adanya pergeseran beberapa tugasku. Selain operator aplikasi penganggaran dan aplikasi SPM, aku juga ditugasi untuk mengurus segala hal yang berbau jaringan LAN dan internet.

Ide-ide lama untuk membangun sebuah media informasi kantor akhirnya bisa terwujud secara pelan-pelan dan jadilah sebuah webblog kantor yang aku admini juga

Beberapa bulan yang lalu aku dipercaya sebagai "juru bayar" yang otomatis aku harus melepaskan posisi sebagai operator aplikasi SPM dikarenakan honor tambahannya tidak boleh dobel. Alhasil bulan-bulan awal aku mengalami kesulitan yang cukup berarti dimana aku harus belajar urusan bayar membayar ini dan juga aku harus ngajari operator SPM penggantiku. Alhamdulillah pelan-pelan belajar dan proses transfer ilmu.

Saat diminta untuk menjadi "juru bayar", aku sebenarnya juga ingin melepas posisi sebagai operator aplikasi penganggaran. Beberapa kali aku mengutarakan niat kepada pimpinan namun tampaknya pimpinan masih belum bisa mempercayakan kepada orang lain.

Jadi kalo secara singkat, pekerjaan yang saya lakukan sekarang adalah sebagai "juru bayar" dengan berbagai prosedurnya, operator aplikasi pengganggaran yang kini sudah banyak dibantu teman-teman dari seksi lain untuk prosesnya dan segala hal terkait revisi anggaran serta sebagai admin webblog kantor.

Jika terjadi pekerjaan bareng pada tugas-tugasku maka aku akan membuat skala prioritas terhadap pekerjaan yang harusnya dilakukan. Sebagai contoh beberapa waktu lalu ada beberapa artikel yang harus di-upload namun harus tertunda beberapa hari dikarenakan pekerjaan lain yang menjadi prioritas.

Jadi jika ada teman-teman di kantor yang mungkin terjadi keterlambatan baik itu urusan pembayaran kegiatan atau upload artikel di webblog akhir-akhir ini aku mohon maaf karena dalam sebulan terakhir kami berkonsentrasi untuk melakukan exercise anggaran yang disebabkan adanya efisiensi anggaran tahap 2 dengan nilan efisiensi yang besarnya fantastis

Rabu, 24 Agustus 2016

Salam Huh-Hah dari Eyang Cokot



Pedas merupakan sensasi rasa pada mulut yang disebabkan oleh zat yang bernama capsaicin. Bagi sebagian masyarakan Indonesia, makan tanpa ada sensasi pedas sama sekali dirasa mengurangi kenikmatan makanan dan tak sedikit yang menyukai sensasi pedas ini secara ekstrim.

Sambal Eyang Cokot. Produk bikinan temanku saat masih merantau dulu. Rasanya menggelegar dan pedasnya mantap. Mungkin terlalu lebay kalo aku yang jelasin pedasnya seperti apa karena secara pribadi aku bukanlah orang yang doyan pedas namun dari beberapa teman yang juga nyobain, rasanya cukup pedas dan bahkan aromanya Sambal Eyang Cokot ini sudah cukup untuk meneteskan keringat.

Entah kenapa dinamain Eyang Cokot. Dalam Bahasa Jawa, Eyang artinya Nenek/Kakek dan Cokot artinya Gigit. Mungkin si empunya yang bikin punya Kakek/Nenek yang suka gigit kali ya hehe..

Sambal Eyang Cokot tersedia dalam kemasan sebuah stoples kecil dengan berat 200 gram yang siap dikirim keseluruh Indonesia. Kemasan cukup rapat. Sambal di kemas dalam plastik dan dimasukkan  ke dalam stoples setelah itu dikemas lagi dengan plastik luar. Dalam pengirimannya si empu sambal kirim pake besek dan dikasih plastik lagi jadi relatif ga bocor baik itu isinya maupun aromanya

Bagi yang doyan pedas, aku rekomendasikan sambal yang kata pembuatnya tidak menggunakan pengawet sama sekali ini ya. Oh ya bagi yang mau order bisa kok. Langsung aja ke instagram eyangcokot_bynaomi. dan akan siap dikirim ke alamat anda. Salam Huh-Hah!!!

Sabtu, 13 Agustus 2016

Seorang Ayah dan Dua Anaknya


Dikisahkan seorang ayah dengan 2 anaknya. Si ayah menantang 2 anaknya untuk mencari dan mengambil sebuah ranting terindah di dalam hutan dengan syarat: 1. Jika sdh memutuskan untuk mengambil ranting maka tidak boleh mengambil ranting lainnya; 2. Harus tetap maju dan tak boleh kembali.

Anak pertama masuk hutan.  Dia menemukan ranting yang sangat indah tapi dia tidak mengambilnya dan terus berjalan. Tak berapa lama dia menemukan lagi ranting yang lebih indah dari yang pertama namun dia juga tidak mengambilnya dengan harapan ada lagi ranting yang lebih indah. Begitu terus hingga berkali-kali dan akhirnya dia keluar hutan tanpa membawa sebuah ranting pun dan menceritakan apa yang terjadi selama pencarian ranting indahnya.

Anak kedua masuk hutan. Tak berapa lama dia keluar hutan dengan membawa ranting yang biasa saja. Ayahnya pun bertanya, "kenapa engkau mengambil ranting yang biasa saja ini". Si anak kedua menjawab, "mungkin ini bukan ranting terindah tapi saat pertama melihatnya aku langsung suka makanya aku petik. Dalam perjalanan keluar hutan aku tetap memegang dan menyukai ranting ini meski banyak ranting yang lebih indah hingga akhirnya aku benar-benar mencintainya".

Selasa, 09 Agustus 2016

Percaya atau Mempercayakan


Gambar dari sini
Seorang pria menjadi pusat perhatian karena sedang melintasi Air Terjun Niagara hanya dengan bertumpu di seutas tali. Setelah sampai ke seberang, banyak wartawan yang meng-interview dia. Mulai dari motivasi melintasi air terjun terbesar ini hingga persiapan dan lain sebagainya.

Hingga akhirnya pria tersebut melontarkan pertanyaan, "Apa kalian percaya kalo saya bisa melintasi air terjun ini sekali lagi?", "ya kami percaya", sahut mereka. "Kalau begitu siapa yang berani ikut dengan saya untuk melintasinya sekali lagi?". Penonton terdiam hingga akhirnya seorang anak kecil mengacungkan tangan.

Dengan penuh ketegangan penonton menyaksikan seorang pria melintasi lagi air terjun Niagara dengan menggendong seorang anak. Setelah selesai melintasi, perhatian bukan pada pria itu lagi tetapi pada anak yang tadi ikut melintasi.

"Bagaimana kamu bisa yakin untuk ikut pria itu melintasi air terjun ini?", tanya seorang wartawan. "Ya karena beliau adalah bapak saya", sahut si anak

***
Ada perbedaan antara PERCAYA dan MEMPERCAYAKAN. Di dalam dunia kerja bisa jadi kita dipercaya pimpinan untuk melakukan suatu pekerjaan namun pimpinan tidak mempercayakan pekerjaan tersebut kepada kita. Parahnya beberapa pimpinan hanya mempercayakan dan "memaksakan" suatu pekerjaan hanya pada satu-dua orang saja sehingga jika satu-dua orang tersebut sedang mengerjakan hal lain maka "pemaksaan" itu akhirnya akan berimbas pada kinerja karyawan yang ogah-ogahan dan "merasa menyesal" mendapat pemercayaan tersebut.

ps. Curhat

Senin, 18 Juli 2016

Kami Yakin Vaksinmu Asli Nak!


Disclaimer, harap baca paragraf pertama ini dengan seksama sebelum lanjut ke paragraf berikutnya: Tulisan ini merupakan tulisan berdasarkan pengalaman pribadi. Memang ada yang berupa opini dan itu bisa saja salah. Tulisan ini juga tidak menuduh bahwa vaksinasi yang dilakukan diluar puskesmas atau posyandu pemerintah dilakukan dengan vaksin palsu

Beberapa waktu yang lalu heboh ada kasus vaksin palsu yang telah diberikan pada bayi serta balita selama beberapa tahun. Sekarang pun kasusnya masih bergulir dan telah diketahui penggunaan vaksin palsu tersebut di beberapa Rumah Sakit Swasta.

Anakku Husna yang lahir tahun 2012 juga merupakan anak yang ikut program vaksinasi yang disarankan pemerintah. Dari catatan vaksinasinya juga bisa dibilang cukup lengkap. Semua vaksinasi dilakukan di puskesmas atau posyando dan gratis.

Namun apakah vaksinnya asli? Wallahu 'alam tapi kalo menurut kami sih asli. Kenapa? Karena eh karena vaksinasi dilakukan di posyandu dan puskesmas yang merupakan program pemerintah jadi gratis. Logika kami, kalo vaksin gratis artinya pengadaan vaksin dilakukan oleh pemerintah (dalam hal ini Kemenkes) dan tentunya telah melalui proses pengadaan dengan penyedia terpercaya.

Beberapa teman yang bekerja di dunia ke-farmasi-an di Dinkes juga menyatakan bahwa jika vaksin tersebut merupakan pengadaan pemerintah maka dijamin asli. Ini yang bikin kami tenang

Dari hasil mengikuti perkembangan berita vaksin palsu di media internet dan media berita konvensional, disinyalir vaksin palsu tidak berbahaya bagi tubuh namun juga tidak akan memiliki efek apa-apa terhadap tubuh yang divaksin.