Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya (Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a)

Arsip

Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 25 April 2018

Earphone, pilih yg kabel atau non-kabel?


Mendengarkan musik menggunakan earphone sudah menjadi tren sejak dulu sewaktu pertama kemunculan walkman ditambah lagi sekarang ini begitu mudahnya orang mendengarkan musik menggunakan handphone (hp). Mulai dari lagu MP3 bajakan yang sangat mudah di download hingga layanan musik streaming dengan kualitas tinggi pun bisa menjadi pilihan.

Salah satu perangkat penunjang dalam mendengarkan musik menggunakan hp adalah earphone. Ada banyak pilihan earphone sekarang ini, mulai dari yang suaranya cempreng hingga yang bisa menampilkan suara bass yang aduhai. Pilihan penyambungan pun beragam, ada yang menggunakan kabel dan ada yang menggunakan bluetooth atau istilahnya non-kabel atau wireless. Nah ini yang akan kita bahas.

Menurut pengalaman pribadi, penggunaan earphone kabel atau non-kabel memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri diantaranya adalah:

  1. Earphone kabel pada beberapa hp tertentu dapat berfungsi sebagai antena jika kita mendengarkan/mengaktifkan fungsi radio sedangkan non-kabel cenderung tidak bisa mengambil fungsi ini kecuali hp sudah memiliki antena internal untuk radio
  2. Earphone non-kabel lebih mudah penggunaannya karena tidak akan ribet dengan kabel yang bisa menjuntai, nyangkut, dll sehingga risiko kabel ketarik atau putus akan semakin kecil
  3. Earphone kabel tidak memerlukan baterai tersendiri sehingga selama bisa terpasang di hp maka selama itu juga bisa digunakan. Berbeda dengan non-kabel yang memiliki baterai tersendiri dan biasanya memiliki life-time tertentu
  4. Earphone non-kabel memiliki jarak yang lebih jauh dibandingkan dengan earphone kabel sehingga tidak merepotkan jika harus terpisah cukup jauh antara earphone dan hp


Nah itu sedikit pengalaman dari penggunaan earphone kabel dan non-kabel. Bagi pemirsa yang mempunyai pengalaman berbeda boleh cerita di kolom komentar

Senin, 15 Januari 2018

Komunitas Lari Palangka Raya Runners


Ini adalah tulisan yang sebenarnya berat untuk aku tulis. Bukan karena materinya tapi kemampuan merangkai kalimat yang semakin tumpul karena beberapa bulan terakhir berkutat dengan pekerjaan yang mayoritas berupa angka-angka. Namun karena semangat yang ditularkan dari teman-teman di komunitas ini maka semangat menulis pun mulai ada lagi. Kalo kata Ustadz Arifin Ilham, "ada iman sedikit makanya pergi ke masjid, dengan pergi ke masjid maka imannya akan bertambah". Semoga semangat menulis yang sedikit ini bisa makin bertambah. Lagian domain juga udah minta diperpanjang, sayang kan kalo di-anggurin gitu aja.

Palangka Raya Runners, ini komunitas pertama yang aku ikuti di Kota Cantik Palangka Raya. Menurut pengurusnya, komunitas ini baru saja terbentuk awal Desember 2017 dan masih belum banyak kegiatan lari, bahkan untuk jadwal tetap pun masih belum ada. Oke ga masalah yang penting aku dapat tambahan teman baru sesama hobi lari.

Akhirnya bergabung lah aku di komunitas ini, ikut di beberapa jadwal larinya dan memang benar peminat untuk komunitas ini masih bisa dibilang sangat sedikit walaupun sebenarnya banyak yang hobi lari di bilangan Jalan Katamso namun kayaknya ini komunitas belum banyak dilirik. Yang ada malah anggota komunitas yang lirak-lirik cewek-cewek yang suka lari hehe maklum anggota rata-rata para cowok masih muda.

Namun makin kesini yang ikut lari bersama makin banyak aja, apalagi setelah keluar jadwal rutin dari pengurusnya yaitu Rabu Malam dan Minggu Pagi. Begitu juga konsep lari yang fun dan cukup mampu diikuti oleh pelari amatir bahkan untuk pemula sekalipun membuat komunitas ini makin berkembang. Beberapa moment "kebetulan" bertemu bahkan lari bareng Gubernur Kalteng, beliau Bapak Sugianto Sabran, juga ga disia-siakan oleh komunitas ini untuk setidaknya berfoto bersama bahkan sempat meminta saran beliau untuk komunitas yang bahkan belum bisa dibilang seumur jagung ini.

Dukungan sosial media khususnya instagram pada komunitas ini juga luar biasa, beberapa postingan terkait jadwal, foto dan video kegiatan sempat di-posting ulang oleh beberapa akun yang cukup banyak followersnya. Ini hal yang positif sebagai media penyebaran informasi kegiatan dan juga tentunya menularkan virus lari yang bagi beberapa orang justru membuat semakin ketagihan.

Dukungan para kakak pengurus juga luar biasa. Bagi kami-kami para pemula dan amatir saat lari dikasih rute dengan jarak yang tidak terlalu jauh bahkan untuk beberapa anggota yang masih harus tertatih tetap ditemani kakak pengurus yang jadi sweeper hingga garis finish. Bahkan pada waktu tertentu, bagi yang kuat larinya bisa diajakin longrun 10k atau lebih.

Well, semoga dengan aku gabung di komunitas ini bisa menambah pertemanan yang tentunya pertemanan sehat dan harapan aku semoga bisa menjadi komunitas yang besar khususnya di Kota Palangka Raya ini.

Berikut foto-foto kegiatan Palangka Raya Runners yang aku sisipkan dari akun IG mereka.


Ini saat aku pertama ikut lari

Moment lari bersama Bapak Sugianto Sabran (Gubernur Kalteng)

Moment foto bersama Bapak Sugianto Sabran (Gubernur Kalteng)

Wuih capek juga nyisipinnya, ya udah bagi pembaca yang mau lihat video saat interview dengan Bapak Gubernur Kalteng dan juga mau lihat keseruan lainnya langsung aja kunjungi akun instagram mereka di palangkaraya_runners.

Bagi pembaca yang juga berdomisili di Palangka Raya atau pas kebetulan di Palangka Raya saat jadwal rutin komunitas ini juga silahkan gabung. Gratis dan terbuka untuk siapa saja.

Palangka Raya Runners! Itah Hadari!

Selasa, 04 Juli 2017

Danau Caramin Banjarbaru


Bagi penikmat jalan-jalan di Kalimantan Selatan pasti tau ada danau yang diberi nama Danau Caramin. Kalau di-bahasaindonesia-kan, caramin yang merupakan Bahasa Banjar adalah cermin dalam Bahasa Indonesia. Disebut Caramin karena mungkin karena air di danau ini mempunyai pantulan cahaya yang cukup bagus sehingga bisa digunakan untuk ber-cermin


Danau ini terbentuk dari ulah manusia yang merupakan sisa-sisa penambangan intan yang katanya tidak benar dari suatu perusahaan tambang. Danau Caramin dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Letaknya yang tidak jauh dari pusat kota Banjarbaru menjadikannya destinasi wisata yang mudah dijangkau. Sayangnya se-pemantauan aku, tidak terlihat adanya kendaraan umum dari dan menuju kesana. Semua pengunjung menggunakan kendaraan pribadi baik itu roda 2 ataupun roda 4.

Untuk menuju ke Danau Caramin ini anda bisa menggunakan Google Maps. Titiknya di Maps cukup valid sehingga relatif tidak akan bingung menuju kesana.

Letak Danau Caramin di Google Maps
Aku sekeluarga yang kebetulan ada keperluan ke Banjarbaru menyempatkan untuk datang ke tempat wisata yang mulai banyak dipromosikan melalui media sosial ini.

Di gerbang masuk, anda akan dipungut retribusi parkir. Untuk kendaraan roda 4 sebesar Rp. 5.000 dan kendaraan roda 2 sebesar Rp. 3.000. Setelah itu tidak ada retribusi lain kecuali anda menggunakan wahana yang ada disana.

Retribusi Parkir

Suasana di danau cukup panas, aku sarankan untuk membawa payung, topi atau sejenisnya dan jangan lupa kacamata hitam biar tambah gaya untuk mengurangi teriknya cahaya matahari yang masuk ke mata.

Wahana yang disediakan di danau ini diantaranya adalah sepeda air dan naik kelotok (perahu bermotor). Untuk sepeda air dikenakan retribusi Rp. 20.000/30 menit sedangkan naik kelotok kalo ga salah (mohon koreksi kalo aku salah) sebesar Rp. 20.000/orang/1 kali keliling danau. Kritik aku untuk wahana sepeda air adalah kurangnya fasilitas pengamanan seperti life jacket yang kesannya seadanya saja ditaruh di wahananya bahkan hanya ada life jacket tiup untuk anak-anak sedangkan untuk naik kelotok sudah lebih bagus karena tiap penumpang disediakan life jacket standar

Naik sepeda air
Ada sebuah cafe yang cukup nyaman untuk bersantai disana namanya Mirror Cafe. Cafe ini menyediakan photo both. Jika ingin berfoto disana kita harus melapor dan antri. Oh ya untuk berfoto di photo both Mirror Cafe ini dikenakan tarif Rp. 3.000/rombongan jika tidak berbelanja disana atau gratis bagi pengunjung yang berbelanja.

Photo both di Mirror Cafe

Photo both di Mirror Cafe

Disediakan juga photo both gratis bagi pengunjung berupa sejenis ayunan yang letaknya agak ke tengah danau. Untuk mencapai ayunan tersebut anda harus sedikit nyebur ke air yang tinggi selutut orang dewasa.

Alhasil celana babah basah



Berfoto di tepi danau
Berfoto di tepi danau


Senin, 29 Mei 2017

Ngabuburit Run



Seperti anjuran para pemerhati kesehatan, olahraga tetap harus dilakukan pada saat berpuasa namun perlu diatur baik waktunya ataupun berat tidaknya suatu olahraga.

Pun begitu juga aku yang lagi belajar lari ini. Hari kedua ramadhan tahun ini kembali aku belajar lari. Bertempat di sekitar Bundara Tugu Joeang Palangkaraya yang setiap harinya ramai orang berlari. Target pun ga muluk2. Setelah pernah mampu berlari saat puasa beberapa minggu yang lalu sejauh 2 km aku pun optimis setidaknya bisa sampe jarak itu.

Sekitar jam setengah 5 sore langkah kaki berlari dimulai dari bundaran ke arah Jalan Adonis Samad. Aku selalu memilih rute ini biar dapat jarak setidaknya 1,7 km untuk bolak-balik, sisanya baru muterin bundaran sampe target tercapai atau sampe ga kuat lagi.

Mungkin karena cuaca yang memang cukup panas akhirnya aku nyerah di 1,6 km. Udah ga sanggup lagi. Mata udah mulai berkunang-kunang dan mulai terasa mau muntah. Bisa jadi ini karena cuaca yang cukup panas dan kondisi aktifitas yang memang hari itu banyakan bersantainya di rumah karena hari libur atau bisa jadi karena pace-nya kekecilan (harusnya sih pace 7 keatas)

Beberapa faktor pendukung juga nampaknya kurang mendukung. Diantaranya pake kaos yang memang kainnya agak panas dan tidak menyerap keringat serta headset bluetooth yang ga dicek sebelum berlari yang akhirnya kehabisan baterai.


Selasa, 23 Mei 2017

Amanah Borneo Park Banjarbaru


#hufffhhh #hufffhhhh #huffffhhhh.... #hactchiim!!!

Debunya banyak banget sih nih blog. Asli beberapa bulan terakhir ini blog sangat tidak tersentuh. Jangankan untuk posting, buka dashboard-nya aja ga. Terakhir klo ga salah ngurus blog ini waktu mau perpanjang domainnya aja.

Nah untuk mengurangi debu-debu yang ada, maka posting acara jalan-jalan kemaren aja deh.



Mungkin beberapa dari pembaca khususnya daerah Kalimantan Selatan sudah pernah mendengar tempat wisata baru bernama Amanah Borneo Park (yang selanjutnya aku singkat ABP aja) yang berada sekitar 10 km dari Lapangan Murjani Banjarbaru ini. Kebetulan waktu itu aku ada acara di Banjarmasin dan sedikit keperluan di Martapura jadinya sekalian mampir ke tempat yang aku tau dari instagram ini.

Rute menuju ke ABP sangat mudah ditempuh. Sekitar 20 menit dari pusat kota Banjarbaru. Akses jalannya pun bagus dan terbilang mulus dengan trafik lalu lintas lengang. Jika dari arah Banjarbaru maka bergeraklah ke arah Banjarmasin dan pada lampu merah sebelum Brimob Kalsel belok ke kiri. Jalan lurus aja hingga masuk ke Jalan Palam yang jaraknya sekitar 6 km. Bingung?? Yah pake aja Google Maps dijamin nyampe karena waktu itu aku juga pake itu hehe....

Rute by google map

Setelah sampai di gerbang ABP, maka kita akan ditagih retribusi parkir. Untuk mobil sebesar Rp. 5rb. Untuk motor aku kurang tau silahkan dicoba aja maksimal sama sih kayak mobil hehe.... Untuk tiket masuk akan dikenakan Rp 20rb/orang, dapat gelang kertas sebagai tiket masuk dan air mineral 330 ml.


Di dalam ABP ada beberapa permainan/wahana yang bisa kita mainkan. Sayangnya wahana ini tidak termasuk dalam perhitungan tiket masuk tadi artinya kita akan bayar retribusi lagi jika ingin memainkannya. Beberapa wahansa yang sudah ada adalah Wahana Tangkap Ikan, Wahana Taman Kelinci, Wahana Taman Lalu Lintas, Wahana Flying Fox, Wahana Jembatan Goyang, dan Wahana Sepeda Udara. Wahana yang sedang dalam penyelesaian adalah Wahana Refleksi Ikan. Untuk tarif tiap wahana bisa dilihat di gambar berikut

Tarif Wahana di ABP





Jembatan Goyang




Sepeda Udara


Bagi yang tidak ingin bermain di wahana, bisa juga sekedar bersantai di taman dan warung yang disediakan. Bagi pengunjung juga disediakan Musholla yang sangat nyaman untuk sholat tepat di pintu keluar.

Oke segitu dulu deh ngepost blog-nya. Lanjut kerja hehe.... Berikut foto-foto kami di ABP

Kasih makan kelinci

kasih makan kelinci

Berani tapi takut

Flying fox tandem

Biarkan si anak bergerak bebas

Senyum karena akhirnya nyampe

Biar ga boong udah sampe ABP

Ikan.. ikan...

Babahnya numpang eksis