Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya (Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a)

Arsip

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 05 Oktober 2018

Implementasi GERMAS Dengan Berlari



GERMAS adalah akronim dari Gerakan Masyarakat Sehat yang merupakan gerakan nasional yang diprakarsai oleh Presiden RI yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat. Untuk menyukseskan GERMAS, tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja. Peran Kementerian dan Lembaga di sektor lainnya juga turut menentukan, dan ditunjang peran serta seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari individu, keluarga, dan masyarakat dalam mempraktekkan pola hidup sehat, akademisi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi profesi dalam menggerakkan anggotanya untuk berperilaku sehat; serta Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah dalam menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, memantau dan mengevaluasi pelaksanaannya.

GERMAS dapat dilakukan dengan cara: Melakukan aktifitas fisik, Mengonsumsi sayur dan buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin, Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban. Pada tahap awal, GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu: 1) Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, 2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 3) Memeriksakan kesehatan secara rutin.

Salah satu implementasi dari melakukan aktifitas fisik adalah dengan cara berlari. Berlari atau lari adalah cabang olahraga tertua di dunia. Sebelum menjadi sebuah cabang olahraga, lari sudah dikenal oleh peradaban-peradaban manusia kuno.Secara awam gerakan jalan dengan lari tidak ada perbedaan yang berarti. Baik jalan maupun lari adalah gerakan memindahkan tubuh dari satu titik ke titik lainnya dengan cara melangkahkan kaki secara bergantian. Jadi pengertian lari juga sama dengan jalan yaitu gerak berpindah tempat atau memindahkan tubuh daei satu titik ke titik lainnya dengan cara melangkah menggunakan kaki secara bergantian. Namun antara jalan dan lari ada perbedaan yang signifikan terutama kontak kaki dengan tanah.

Berlari dengan koordinasi gerak yang baik akan dapat menghemat banyak tenaga dan juga terhindar dari cedera.  Namun, masih banyak yang belum tahu cara berlari yang benar. Agar bisa berlari dengan benar, Anda perlu mengetahui postur dan teknik yang baik. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
  1. Badan rileks, tidak kaku, dan sedikit condong ke depan.
  2. Pandangan lurus ke depan.
  3. Ayunkan lengan dengan rileks
  4. Atur irama dan panjang langkah agar tepat dan teratur
  5. Saat mendarat, mendaratlah dengan bola kaki atau telapak bagian tengah agak ke depan.
  6. Hindari menekan langkah yang terlalu keras ke tanah (vertikal). Sebaliknya, melangkah seolah-olah mendorong ke depan

Beberapa manfaat lari untuk kesehatan tubuh, yaitu dapat memperlancar aliran darah, serta meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh. Di samping itu, lari juga dapat memicu pengeluaran hormon dan enzim yang merangsang jantung dan otot bekerja lebih baik. Tak hanya itu, simak manfaat lari lainnya berikut ini.

Mengurangi Berat Badan
Olahraga lari dapat memicu pembakaran kalori dalam tubuh Anda. Banyaknya kalori yang dibakar dipengaruhi oleh seberapa cepat dan seberapa jauh jarak lari Anda, serta berat badan Anda.

Baik Bagi Kesehatan Lutut
Melakukan olahraga lari dapat memelihara kesehatan lutut, bahkan pada penderita arthritis sekalipun. Studi menunjukkan bahwa olahraga lari dapat menurunkan risiko arthritis pada lutut dan pinggul, serta merangsang pertumbuhan tulang rawan pada lutut. Namun apabila Anda memiliki masalah pada sendi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu, sebelum memulai olahraga lari sebagai aktivitas rutin.

Mencegah Osteoporosis
Olahraga lari dapat memicu pembentukan sel-sel tulang baru. Hal ini yang membuat tulang Anda menjadi lebih kuat dan dapat menurunkan risiko terkena osteoporosis di kemudian hari.

Mengurangi Risiko Jantung Koroner
Berlari lebih dari 16 km per minggu, setidaknya bisa meningkatkan HDL atau kolesterol baik dalam tubuh Anda. Manfaat lari lainnya yang bisa Anda dapatkan yaitu berkurangnya kadar trigliserida dan lemak dalam tubuh. Dan jika Anda bisa meningkatkan jarak lari hingga 80 km per minggu, Anda akan mengalami peningkatan HDL yang signifikan.
Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang melakukan olahraga lari teratur dan lebih dari 50 menit dalam seminggu dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Selain melakukan olahraga teratur, Anda perlu menunjangnya dengan makanan dan gaya hidup yang sehat.

Memperbaiki Suasana Hati
Seseorang yang rutin melakukan olahraga lari, akan merasa hari-harinya lebih baik dan bahagia. Hal ini mampu meningkatkan suasana hati Anda, dan berdampak baik pada kualitas hidup Anda. Selain itu, olahraga lari juga dipercaya dapat menurunkan risiko terjadinya depresi. Hal ini karena ketika lari, tubuh melepaskan hormon endorfin yang mampu berinteraksi dengan reseptor di otak Anda untuk mengurangi persepsi tentang rasa sakit. Hormon ini juga memicu perasaan positif di dalam tubuh. Olahraga dipercaya dapat meringankan penyakit depresi ringan hingga sedang.

Meski mudah dan dapat dilakukan kapan saja, sebaiknya Anda mengetahui beberapa tips lari di bawah ini agar hasil yang didapatkan lebih maksimal dan dapat mengurangi risiko cedera yang mungkin terjadi. Beberapa hal yang harus diketahui, di antaranya:
  1. Pilih sepatu yang tepat, guna mengurangi risiko cedera.
  2. Lakukan pemanasan sebelum lari.
  3. Mulailah dengan berjalan selama lima menit atau lebih.
  4. Sisipkan lari setidaknya selama beberapa menit, kemudian kembali berjalan. Lakukan ini secara bergantian.
  5. Tingkatkan durasi lari Anda secara bertahap, hingga Anda mampu berlari tanpa berjalan.
  6. Lakukan pendinginan dengan berjalan pelan, agar detak jantung dan tekanan darah Anda kembali normal.

Selain tips di atas, perlu juga bagi Anda untuk bergabung dengan komunitas lari yang bertebaran banyak hampir di setiap kota. Untuk wilayah Kalimantan Tengah sendiri ada beberapa komunitas lari yaitu
  1. Kapuas Runners, berlokasi di Kota Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas
  2. Palangka Raya Runners (Indorunners Regional Palangka Raya), berlokasi di Kota Palangka Raya
  3. AMRunners (Indorunners Regional Sampit), berlokasi di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur
    A post shared by AMRunners (@amrunners) on
  4. Kobar Runners (Indorunners Regional Pangkalan Bun),  berlokasi di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat
    A post shared by KOBARRUNNERS (@kobarrunners) on
  5. Tewei Runners, berlokasi di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara

Rabu, 03 Oktober 2018

Palangka Raya Berkabut Asap 2018: Berbagi Masker


Beberapa minggu ini Palangka Raya mulai diliputi kabut asap efek dari kebakaran hutan. Sejak pagi hingga malam aroma asap tercium jelas di indera penciuman. Konon kata orang-orang kesehatan, kalo sering terpapar asap kayak gini memicu infeksi saluran pernafasan.

Beranjak dari hal itu kami dari komunitas Palangka Raya Runners berinisiatif untuk membagikan masker. Mungkin tidak banyak membantu tapi itulah salah satu bentuk kepedulian kami untuk daerah kami sendiri

Bermodalkan uang sumbangan anggota dan uang kas maka kami membeli masker yang akan dibagikan di salah satu titik ramai yang ada di kota tercinta yang berjuluk Kota Cantik ini. Peminatnya ternyata banyak, menandakan kepedulian warga terhadap kesehatan sendiri itu masih cukup besar.

Menurut situsnya BMKG, kandungan PM10 di udara kota Palangka Raya sudah melebihi batas "baik". Oh ya PM10 adalah Partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 10 mikron (mikrometer) atau bisa dibilang debu yang jika melebihi batas normal dan terhirup dalam jangka waktu lama akan sangat mempengaruhi kesehatan khususnya pernafasan

Harapan kami adalah semoga kabut asap ini tidak semakin parah dan segera berakhir.
Berikut foto-foto kegiatan berbagi masker Palangka Raya Runners yang juga merupakan regional dari Indorunners









Selasa, 02 Oktober 2018

WiFi Hotel



Tulisan ini aku tulis berdasarkan pengalaman pribadi yang lumayan lah pernah icip-icip hotel dari yang tarif terjangkau untuk keluarga kecil hingga tarif pejabat menengah. Mungkin ga sama di tiap hotel tapi inilah pengalamanku.

Sebelum ngebahas lebih jauh, ada baiknya kita tau dulu WiFi itu apa sih. Menyalin di wikipedia,
Wi-Fi (/[unsupported input]ˈwaɪfaɪ/, juga ditulis Wifi atau WiFi) adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan peralatan elektronik untuk bertukar data secara nirkabel (menggunakan gelombang radio) melalui sebuah jaringan komputer, termasuk koneksi Internet berkecepatan tinggi. Wi-Fi Alliance mendefinisikan Wi-Fi sebagai "produk jaringan wilayah lokal nirkabel (WLAN) apapun yang didasarkan pada standar Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) 802.11".Meski begitu, karena kebanyakan WLAN zaman sekarang didasarkan pada standar tersebut, istilah "Wi-Fi" dipakai dalam bahasa Inggris umum sebagai sinonim "WLAN".
Nah istilah mudahnya adalah hotspot area yang bisa kita gunakan untuk nyantolin gadget baik itu laptop, smartphone, atau bahkan tablet biar bisa internetan gratis

Di hotel-hotel baik itu tarif mahal atau miring, fasilitas ini biasanya sudah ada. Menurut pengalaman aku, ternyata tarif kamar mahal belum tentu akses internet via WiFi nya itu cakep.

Ya betul. Untuk hotel-hotel bertarif "mahal" biasanya mereka bisa bayar tim IT untuk ngurus jaringan komputer termasuk WiFi ini. Di beberapa hotel "mahal" sejauh pengalaman aku justru akses kita sangat dibatasi. Ada WiFi hotel yang "tidak mengijinkan" kita untuk mengakses situs berat semacam YouTube. Situsnya bisa dibuka tapi ga bisa buat nonton video. Aksesnya pun lambat, mungkin karena banyak yang make atau jangan-jangan kita dibatasi bandwithnya dari tim IT hotel.

Nah pengalaman pake WiFi hotel bertarif "murah" ini justru sebaliknya. Pengalaman berselancar di dunia maya relatif stabil. Yah mungkin hotel-hotel begini ga ada tim IT nya jadi settingan untuk internet pake yang standard dari provider

Oh iya untuk pemirsa ketahui, akses internet yang disitu termasuk WiFi itu dikendalikan sebuah alat namanya router. Alat inilah yang mengatur besarnya bandwith, situs apa saja yg boleh atau tidak boleh diakses, serta berbagai macam aturan lainnya. Nah untuk melakukan setting alat dibutuhkan seseorang yang cukup cakap dalam hal jaringan komputer

Begitu lah pengalaman pribadi, mungkin ada pemirsa yang mau sharing pengalaman terkait WiFi hotel silahkan tinggalkan komentar di bawah

Rabu, 25 April 2018

Earphone, pilih yg kabel atau non-kabel?


Mendengarkan musik menggunakan earphone sudah menjadi tren sejak dulu sewaktu pertama kemunculan walkman ditambah lagi sekarang ini begitu mudahnya orang mendengarkan musik menggunakan handphone (hp). Mulai dari lagu MP3 bajakan yang sangat mudah di download hingga layanan musik streaming dengan kualitas tinggi pun bisa menjadi pilihan.

Salah satu perangkat penunjang dalam mendengarkan musik menggunakan hp adalah earphone. Ada banyak pilihan earphone sekarang ini, mulai dari yang suaranya cempreng hingga yang bisa menampilkan suara bass yang aduhai. Pilihan penyambungan pun beragam, ada yang menggunakan kabel dan ada yang menggunakan bluetooth atau istilahnya non-kabel atau wireless. Nah ini yang akan kita bahas.

Menurut pengalaman pribadi, penggunaan earphone kabel atau non-kabel memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri diantaranya adalah:

  1. Earphone kabel pada beberapa hp tertentu dapat berfungsi sebagai antena jika kita mendengarkan/mengaktifkan fungsi radio sedangkan non-kabel cenderung tidak bisa mengambil fungsi ini kecuali hp sudah memiliki antena internal untuk radio
  2. Earphone non-kabel lebih mudah penggunaannya karena tidak akan ribet dengan kabel yang bisa menjuntai, nyangkut, dll sehingga risiko kabel ketarik atau putus akan semakin kecil
  3. Earphone kabel tidak memerlukan baterai tersendiri sehingga selama bisa terpasang di hp maka selama itu juga bisa digunakan. Berbeda dengan non-kabel yang memiliki baterai tersendiri dan biasanya memiliki life-time tertentu
  4. Earphone non-kabel memiliki jarak yang lebih jauh dibandingkan dengan earphone kabel sehingga tidak merepotkan jika harus terpisah cukup jauh antara earphone dan hp


Nah itu sedikit pengalaman dari penggunaan earphone kabel dan non-kabel. Bagi pemirsa yang mempunyai pengalaman berbeda boleh cerita di kolom komentar

Senin, 15 Januari 2018

Komunitas Lari Palangka Raya Runners


Ini adalah tulisan yang sebenarnya berat untuk aku tulis. Bukan karena materinya tapi kemampuan merangkai kalimat yang semakin tumpul karena beberapa bulan terakhir berkutat dengan pekerjaan yang mayoritas berupa angka-angka. Namun karena semangat yang ditularkan dari teman-teman di komunitas ini maka semangat menulis pun mulai ada lagi. Kalo kata Ustadz Arifin Ilham, "ada iman sedikit makanya pergi ke masjid, dengan pergi ke masjid maka imannya akan bertambah". Semoga semangat menulis yang sedikit ini bisa makin bertambah. Lagian domain juga udah minta diperpanjang, sayang kan kalo di-anggurin gitu aja.

Palangka Raya Runners, ini komunitas pertama yang aku ikuti di Kota Cantik Palangka Raya. Menurut pengurusnya, komunitas ini baru saja terbentuk awal Desember 2017 dan masih belum banyak kegiatan lari, bahkan untuk jadwal tetap pun masih belum ada. Oke ga masalah yang penting aku dapat tambahan teman baru sesama hobi lari.

Akhirnya bergabung lah aku di komunitas ini, ikut di beberapa jadwal larinya dan memang benar peminat untuk komunitas ini masih bisa dibilang sangat sedikit walaupun sebenarnya banyak yang hobi lari di bilangan Jalan Katamso namun kayaknya ini komunitas belum banyak dilirik. Yang ada malah anggota komunitas yang lirak-lirik cewek-cewek yang suka lari hehe maklum anggota rata-rata para cowok masih muda.

Namun makin kesini yang ikut lari bersama makin banyak aja, apalagi setelah keluar jadwal rutin dari pengurusnya yaitu Rabu Malam dan Minggu Pagi. Begitu juga konsep lari yang fun dan cukup mampu diikuti oleh pelari amatir bahkan untuk pemula sekalipun membuat komunitas ini makin berkembang. Beberapa moment "kebetulan" bertemu bahkan lari bareng Gubernur Kalteng, beliau Bapak Sugianto Sabran, juga ga disia-siakan oleh komunitas ini untuk setidaknya berfoto bersama bahkan sempat meminta saran beliau untuk komunitas yang bahkan belum bisa dibilang seumur jagung ini.

Dukungan sosial media khususnya instagram pada komunitas ini juga luar biasa, beberapa postingan terkait jadwal, foto dan video kegiatan sempat di-posting ulang oleh beberapa akun yang cukup banyak followersnya. Ini hal yang positif sebagai media penyebaran informasi kegiatan dan juga tentunya menularkan virus lari yang bagi beberapa orang justru membuat semakin ketagihan.

Dukungan para kakak pengurus juga luar biasa. Bagi kami-kami para pemula dan amatir saat lari dikasih rute dengan jarak yang tidak terlalu jauh bahkan untuk beberapa anggota yang masih harus tertatih tetap ditemani kakak pengurus yang jadi sweeper hingga garis finish. Bahkan pada waktu tertentu, bagi yang kuat larinya bisa diajakin longrun 10k atau lebih.

Well, semoga dengan aku gabung di komunitas ini bisa menambah pertemanan yang tentunya pertemanan sehat dan harapan aku semoga bisa menjadi komunitas yang besar khususnya di Kota Palangka Raya ini.

Berikut foto-foto kegiatan Palangka Raya Runners yang aku sisipkan dari akun IG mereka.


Ini saat aku pertama ikut lari

Moment lari bersama Bapak Sugianto Sabran (Gubernur Kalteng)

Moment foto bersama Bapak Sugianto Sabran (Gubernur Kalteng)

Wuih capek juga nyisipinnya, ya udah bagi pembaca yang mau lihat video saat interview dengan Bapak Gubernur Kalteng dan juga mau lihat keseruan lainnya langsung aja kunjungi akun instagram mereka di palangkaraya_runners.

Bagi pembaca yang juga berdomisili di Palangka Raya atau pas kebetulan di Palangka Raya saat jadwal rutin komunitas ini juga silahkan gabung. Gratis dan terbuka untuk siapa saja.

Palangka Raya Runners! Itah Hadari!