Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya (Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a)

Arsip

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 13 Juni 2013

BBM Naik. Perlukah?


Kemaren aku melihat berita banyak aksi demo yang tidak menginginkan kenaikan harga BBM. Perlukah?

Ini sih pemikiran aku aja ya. Dari artikel yang telah aku baca bbrapa waktu lalu, dulu subsidi BBM diberlakukan awalnya pada jaman Presiden Pertama RI (Ir. Soekarno). Maksud dari pensubsidian itu agar rakyat menikmati hasil tambang minyak bumi yang kala itu sangat surplus.

Seiring berjalannya waktu, tingkat ekonomi rakyat semakin meningkat. Populasi kendaraan bermotor semakin banyak namun hasil minyak bumi semakin menipis. Yang surplus pun mengarah ke defisit. Kendaraan bermotor ternyata semakin mewah namun banyak dimiliki oleh orang-orang kaya. Subsidi BBM yg katanya untuk masyarakat kurang mampu menjadi tidak tepat sasaran.

Nah sekarang ada wacana kenaikan BBM dari Rp. 4.500/liter menjadi Rp. 6.500/liter. Menurutku itu ga akan bermasalah buat rakyat kelas menengah ke bawah. Toh mereka sdh terbiasa beli premium eceran yang kalo di kota Palangka Raya ini harga berkisar Rp. 5.500 - Rp.6.000 per botol yang takarannya tidak sampai 1 liter.

Selain itu aksi pelansir pun tak bisa dikendalikan. Harusnya sih para pelangsir dibatasi dalam pembelian BBM bersubsidi khususnya premium

0 Komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar pada formulir isian berikut