Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya (Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a)

Arsip

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 30 Juli 2013

Politik Utsman Bin 'Affan


Suatu waktu di Madinah terjadi kekeringan yang luar biasa. Semua sumur tak ada airnya kecuali 1 sumur milik seorang Yahudi. Yahudi tersebut menjual air dari sumurnya dengan sangat mahal sehingga memberatkan bagi kaum Muslim.

Melihat kejadian seperti itu, Rasulullah pun berkata, "siapa yang bisa memiliki sumur itu dan mewakafkannya kepada kaum Muslim maka Surga balasannya". Para sahabat pun berlomba-lomba untuk mendapatkan sumur tersebut termasuk Utsman Bin 'Affan namun si Yahudi hanya akan menjualnya dengan harga yang sangat mahal.

Utsman berniat membeli sumur tersebut namun uangnya tidak cukup dan menawarkan untuk membeli hanya setengahnya saja. Si Yahudi bingung bagaimana pengaturan membeli setengah sumur dan Utsman mengatakan sama-sama memiliki sumur tersebut dengan aturan 1 hari milik Utsman dan 1 hari milik orang Yahudi tersebut. Terjadilah kesepakatan antar keduanya.

Pada hari milik Yahudi, iya tetap menjualnya seperti biasa sedangkan pada hari milik Utsman, beliau menggratiskan sumur tersebut dan berkata, "Ambillah air di sumur ini untuk dua hari kedepan". Alhasil hari dimana sumur tersebut milik Yahudi tidak ada kaum Muslim yang membelinya.

Lama kelamaan, Yahudi pun merugi dan berniat menjual murah "separuh" sumurnya lagi kepada Utsman. Dengan senang hati Utsman membelinya dan akhirnya sumur tersebut bisa didapatkan Utsman.

Konon, harga separuh sumur tersebut saat dibeli pertama kali oleh Utsman adalah 12.000 dirham dan pembelian separuh sumur kedua sebesar 8.000 dirham. Wallahu 'alam bi shawab

0 Komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar pada formulir isian berikut