Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya (Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a)

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 28 Juli 2015

Tentang Rumput Yang Hijau


A (temanku seorang wiraswastawan dgn usaha dagang): enak ya jd PNS gajinya tiap bulan sdh pasti. Hari tua terjamin. Kerja kantoran. Ga kyk kami yg masih mikirin besok mau makan apa
B (aku, seorang PNS): ah enakan wiraswastawan bro. Bebas menentukan jam kerja, tiap hari akrab sm duit karena sering pegang duit, bahkan ga perlu menunggu masa tua masa muda bisa dijaminkan dgn kebebasan finansial dan waktu

Daripada bengong nunggu transitan pesawat ke Batam mending ngeposting aja deh. Kebetulan teringat percakapan dgn teman lama yg kurang lebih seperti percakapan di atas.

Yah begitulah saat kita berada di satu titik kita akan melihat titik lain itu lbh enak dbandingkan dgn tempat kita namun blm tentu saat kita di titik tsb ekspektasi kita akan berbeda.

Memang ada benarnya kalo "Rumput tetangga lbh hijau dari rumput sendiri" tapi ada satu hal yg perlu dan harus kita lakukan yaitu bukan masalah rumput mana yg lebih hijau tapi bagaimana mensyukuri rumput yang kita punya meskipun bagi kita rumput itu tak lebih hijau dari rumput lainnya

Senin, 27 Juli 2015

Bermain Air



Bermain air bagi sebagian anak adalah hal yang sangat menyenangkan. Namun berbeda bagi Husna anak kami.

Pada minggu, 26 Juli 2015 aku ngajak Husna ke Kalawa Water Park Palangka Raya. Disini tempat permainan air seperti Waterboom. Namun sayangnya Husna agak takut bermain dengan air. Maunya nempel aja di badan Babah atau Mamanya. Biasanya kan namanya anak kecil senang bermain air.

Minggu, 26 Juli 2015

Jam Tangan


Jam tangan atau arloji menurutku adalah salah satu barang yg ga bisa digantikan oleh henpon. Bisa siih cuma lbh simpel merentangkan tangan sambil melirik jam tangan dibandingkan harus rogoh2 saku buat ngambil henpon. Selain henpon aku bukan yg mahal jg terlihat lebih keren aja kalo pake jam tangan

Dari semua jam tangan yang aku punya hanya ada 2 jam tangan ori :p. Maklumlah bagiku (dulu) yg penting bisa tau waktu aja.
Casio W-800 H. Jam tanganku yang dulu beli saat kuliah dan sampe sekarang belum pernah ganti baterai (Gambar dari Internet)

Casio F-200 1A. Ini yang baru beli (Gambar dari Internet)
Ada beberapa jenis jam tangan yg kita tau. Ada analog, digital, analog+digital. Juga ada tipe2 kyk yang pake baterai, otomatis, bahkan ada yg pakai tenaga matahari.

Balik lagi ke jam tangan ori punyaku. Aku punya 2 buah dgn merk terkenal dari Jepang dan dua-duanya digital. 1 buah yg aku beli sewaktu masih kuliah dan sampe sekarang blm pernah ganti baterai dan yang 1 lagi baru aku beli bbrapa wakti yg lalu melalui media online. Adapun kelebihan jam tangan aku adalah garansi 10 tahun utk baterainya. Jadi lbh praktis karena ga perlu sering2 ganti baterai. Kelebihan lainnya adalah water resistant. Utk punyaku yg terbaru sih cuma sekedar water resistant dari percikan air sedangkan yg lama water resistant 10 BAR atau setara dgn tekanan air di kedalaman 100 meter shg jam tangan yg lama sering aku pakai jika ada kegiatan berenang.

Rencananya sih mau beliin istri juga jam tangan dengan merk yang sama. Lagi pilih2 model aja sih

Jumat, 24 Juli 2015

Pelampiasan Emosi


A: "Halo bos kayak apa kabar?"
B: "Baik ja kenapa betakun-takun?!" (Pake nada keras)
A: "Haw napa kam ni mnyanyarik? aku betakun baik-baik"
B: "Sori bang Nda lagi emosi nah".

Cuplikan percakapan di atas hanya sekedar ilustrasi yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari. Pelampiasan Emosi mungkin begitu sebutannya. Disaat seseorang emosi dia pasti akan melampiaskannya tentu dengan caranya sendiri. Oh ya EMOSI disini konteksnya MARAH ya. Walopun selain nangis dan selainnya juga bisa dibilang emosi

Pelampiasan emosi seseorang bisa jadi berbeda dengan orang yang lain. Ada yang pelampiasannya dengan menangis, makan, belanja, atau bahkan malah diam sambil cemberut ga karuan.

Di kantor aku, ada seseorang yang kalo emosi terhadap suatu bisa membawa emosinya ke hal lain. Misalnya dia lagi emosi sama istrinya, eh teman-teman yang kena imbasnya. Ga bisa salah ngomong dikit ke dia langsung deh kita dimarahinnya.

Ada juga teman di kantor yang kalo emosi, sukanya ngomel-ngomel. Untungnya omelannya masih ada hubungannya sama yang diemosiin. Yah kalo bahasa Jawanya mungkin "mutung". Yang parah, ada yang kalo emosi bawaannya pengen belanja online (wah ini butuh modal banyak)

Kalo aku sih kalo emosi atau marah lebih memilih diam atau menetralisirnya dengan minum kopi. Seperti sekarang ini, nge-blog sambil ngopi.

"Oooh jadi kam lagi sarik kah Dhan?"

"M*UK!!!"

Kamis, 23 Juli 2015

Kacamata Dengan Lensa Fhotogray


Nota pembelian/pemesanan
Kacamata, sekarang sudah menjadi kebutuhan primer ku. Kalo ga pake alat ini dunia serasa kurang terang dan bisa memberikan efek pusing yang berkepanjangan meskipun ukuran minus mata ku bisa dibilang tidak terlalu besar (-0,75)

Karena kebetulan ada rejeki tak terduga, akhirnya aku beli kacamata lagi. Niat awalnya sih buat cadangan kacamata yang sudah ada eh ternyata makenya lebih enak yang baru ini.

Memang kacamata yang baru dibeli ini agak sedikit berbeda dengan kacamata lama khusunya pada bagian lensanya. Jika kacamata lama menggunakan lensa standar, kalo yang baru ini pake lensa yang disebut Fhotogray (bener ga sih tulisannya?). Keunggulan lensa ini adalah bisa berubah warna secara otomatis (jd redup kalo kena sinar matahari dan akan kembali terang lg kl ke dalam ruangan lg/cuaca tdk panas lg.
Kacamata baruku

Selasa, 14 Juli 2015

Upgrade Ke Business Class



Tanggal 7 Juli 2015, aku diharuskan untuk berangkat ke Bandung untuk suatu kerjaan. Setelah hunting rute PKY-BDO sama teman yang biasa nyariin  tiket buat perjalanan dinas kantor dan ga dapet, akhirnya dapet kelas Y dengan maskapai Garuda Indonesia rute PKY-CGK.

Kala itu aku berangkat bersama seorang partner kantor. Ga ada yang aneh sih selama proses check-in. Saat proses boarding baru ada keanehan karena saat boarding pass aku di scan ternyata pada nomor kursi tersebut sudah terisi. Terus petugas mengganti boarding pass aku sambil berkata, "Pak bapak kami upgrade ke kelas bisnis", "wah saya sama berdua sama teman", "iya pak yang diupgrade cuma punya bapak". Alhasil terpisahlah nomor kursi kami selama perjalanan PKY-CGK

Memang sih pelayanannya agak berbeda. Untuk kelas bisnis dilayani oleh seorang pramugari dan pulser (pimpinan awak kabin) nya. -walopun aku tau tugas utama mereka bukan melayani penumpang-
Sebelum terbang, penumpang (dalam hal ini kelas bisnis) ditawari handuk hangat. Mungkin untuk membersihkan muka yang masih kusut karena penerbangan pagi hehe... trus karena pada saat itu bulan Ramadha maka pramugari menawarkan makanan untuk dibawa pulang. Karena penerbangan pagi dan harus melanjutkan perjalanan ke Bandung jadi aku bilang ga usah aja (daripada ribet bawa bungkusan yang akhirnya baru bisa dimakan lebih dari 6 jam lagi).
Selain makanan, juga ditawarkan koran atau majalah. Beberapa majalah terkenal ditawarkan dan sepertinya boleh dibawa pulang. Waktu itu aku ga berminat untuk membaca majalah dikarenakan dilanda ngantuk yang sangat.

Aku ga tau kenapa menjadi salah satu penumpang yang diupgrade kelasnya dengan SKY PRIORITY padahal waktu itu Garuda Miles masih berstatus SILVER.

Makasih Garuda Indonesia. Ketemu lagi dilain kesempatan

Minggu, 12 Juli 2015

Masjid Darussalam


Masjid ini adalah Masjid Raya yang ada di Palangkaraya. Letaknya di Jalan G.Obos satu kompleks dengan kampus IAIN. Kompleks ini nantinya akan menjadi Islamic Center.

Setahu saya, menara masjid ini nantinya akan setinggi 114 meter (sesuai jumlah surah dalam Al Quran).  Saat ini menara sedang dalam tahap pembangunan