Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya (Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a)

Arsip

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 24 Juli 2015

Pelampiasan Emosi


A: "Halo bos kayak apa kabar?"
B: "Baik ja kenapa betakun-takun?!" (Pake nada keras)
A: "Haw napa kam ni mnyanyarik? aku betakun baik-baik"
B: "Sori bang Nda lagi emosi nah".

Cuplikan percakapan di atas hanya sekedar ilustrasi yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari. Pelampiasan Emosi mungkin begitu sebutannya. Disaat seseorang emosi dia pasti akan melampiaskannya tentu dengan caranya sendiri. Oh ya EMOSI disini konteksnya MARAH ya. Walopun selain nangis dan selainnya juga bisa dibilang emosi

Pelampiasan emosi seseorang bisa jadi berbeda dengan orang yang lain. Ada yang pelampiasannya dengan menangis, makan, belanja, atau bahkan malah diam sambil cemberut ga karuan.

Di kantor aku, ada seseorang yang kalo emosi terhadap suatu bisa membawa emosinya ke hal lain. Misalnya dia lagi emosi sama istrinya, eh teman-teman yang kena imbasnya. Ga bisa salah ngomong dikit ke dia langsung deh kita dimarahinnya.

Ada juga teman di kantor yang kalo emosi, sukanya ngomel-ngomel. Untungnya omelannya masih ada hubungannya sama yang diemosiin. Yah kalo bahasa Jawanya mungkin "mutung". Yang parah, ada yang kalo emosi bawaannya pengen belanja online (wah ini butuh modal banyak)

Kalo aku sih kalo emosi atau marah lebih memilih diam atau menetralisirnya dengan minum kopi. Seperti sekarang ini, nge-blog sambil ngopi.

"Oooh jadi kam lagi sarik kah Dhan?"

"M*UK!!!"

0 Komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar pada formulir isian berikut