Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya (Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a)

Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 30 Agustus 2015

Lagu Permainan Waktu Kecil


Titik Sandora bajalan di jembatan
Pipinya licin dicium lalakian
Bulik ka rumah bapadah sakit pinggang
Diurut bidan kaluar anak ayam
Ayamnya lapas pak Amat jual kipas
Kipasnya hancur pak Amat jual kancur
Kancurnya basi pak Amat jual nasi
Nasinya enak pak Amat jual anak
Anaknya hilang pak Amat jual galang
Galangnya lumbus pak Amat jual gabus
Gabusnya nyaring pak Amat jual paring
Paringanya panjang pak Amat tatilanj*ng di higa ranjang

Jumat, 28 Agustus 2015

Berapa Harga Web Blog KKP Palangka Raya?


Beberapa hari ini sedang heboh website revolusimental.go.id yang katanya down karena tidak dapat menampung beban pengunjung yang membludak padahal dana yang digunakan untuk membangun website tersebut -katanya- nilainya cukup fantastis yaitu dengan embel-embel 'M' alias miliar.

Disini aku ga akan bahas terkait website tersebut tapi membahas sebuah webblog yang aku kelola untuk keperluan kantor.

Sebelum keburu down ada yang nanyain, sebaiknya aku paparkan resources untuk mengonlinekan webblog kkppalangkaraya.com berikut dengan jumlah dana yang digunakan.
  1. Webblog ini dibangun dengan menggunakan blog gratisan di blogger.com. Theme yang digunakan pun gratisan.
  2. Media penyimpanan file untuk unduhan menggunakan google drive yang akunnya menyatu dengan akun blogger. Gratis juga
  3. Form-form isian yang ada pada webblog ini ("hubungi kami" dan "survey kepuasan") menggunakan google form yang tentunya gratisan.
  4. Aplikasi chat yang dipakai menggunakan aplikasi mylivechat.com versi gratis
  5. Galeri foto menggunakan quickgallery.com (gratis)
  6. Galeri video menggunakan youtube.com (gratis)
  7. Untuk URL/domain nya sewa di idwebhost.com dengan biaya Rp. 95.000/tahun
Jadi dari paparan di atas bisa dihitung berapa total biaya untuk membangun web blog kantorku

Kamis, 27 Agustus 2015

Panggil Saya Haji


Musim haji sudah tiba, para jemaah calon haji sudah banyak yang berangkat melalu embarkasinya masing-masing dan setelah pulang nanti mereka akan dipanggil Pak Haji atau Bu Haji.



HAJI, sebuah titel yang hanya bisa didapat dengan cara menunaikan ibadah haji ke tanah suci sekarang ini sudah cukup mudah untuk diraih. Alat transportasi yang semakin modern bisa mengantarkan jamaah calon haji menempuh perjalanan lebih dari 7.000 km hanya dengan waktu beberapa belas jam saja. Tabungan-tabungan haji pun sudah diprogramkan baik itu oleh bank konvensional ataupun bank syariah.

Nanti setelah kembali ke Indonesia, secara resmi para jamaah ini akan disebut HAJI atau menyandang titel "H"/"Hj" di depan namanya.

Kalo kita melihat para tokoh Islam di luar negeri -yang tentunya sudah menunaikan ibadah haji-, kita mungkin tidak akan pernah menemui nama mereka menggunakan H atau Hj. Nampaknya penggunaan H/Hj hanya terjadi di Indonesia.

Dari beberapa literatur yang aku baca, singkatnya ternyata ini adalah propaganda para penjajah Indonesia dulu. Hal itu terjadi karena setiap orang yang menunaikan haji, maka ia akan menjadi pemberontak bagi penjajah sehingga perlu memberi identitas bagi orang yang sudah "naik" haji. Karena itulah jaman penjajahan dulu kalo ada yang menunaikan haji akan disematkan H atau sebutan HAJI di namanya agar mudah mengawasi gerak-gerik orang tersebut yang disinyalir akan melakukan pemberontakan.

Ternyata setelah bertahun-tahun, penyematan H/Hj menjadi suatu budaya di Indonesia. Jika sudah menunaikan rukun Islam ke-5 ini maka akan disebut HAJI. Bukan untuk menandai orang yang mungkin bisa saja memberontak tetapi untuk menghormatinya.

Menurut beberapa literatur lagi, haji yang benar-benar haji atau istilah syar'i-nya adalah Haji Mabrur adalah tidak sekedar menunaikan ibadah haji. Namun juga mengalami perubahan ke arah yang lebih baik setelah menunaikan ibadah tersebut. Ibadah hariannya menjadi semakin baik, hubungan dengan manusianya pun semakin baik. Jadi haji bukan sekedar berkopiah putih atau menyandang huruf H/Hj di depan nama tapi lebih ke arah sifat dan sikap yang menjadi lebih baik meskipun dengan menambahkan titel tersebut juga bukan merupakan kesalahan

Minggu, 23 Agustus 2015

Ada Apa Dengan Cinta


Kalo kita perjalanan dari Kuala Kapuas ke Palangka Raya, akan melewati yang namanya Jembatan Tumbang Nusa -nama aslinya aku ga tau, cuma orang suka menyebut seperti itu-. Jembatan ini dibangun awalnya sepanjang 7 km dan ditambah 3 km lagi. Konstruksinya seperti jalan fly over. Jembatan ini dibangun karena jalan awal (posisi ada di bawah jembatan) kalo musim air pasang pasti tergenang bahkan mobil pun ga bisa melintasi. Nah tau kan kalo udah kayak gitu, konstruksi tanah bakalan rusak dan aspal pun akan mengelupas. Maklum saja posisi daerah yang disebut Tumbang Nusa ini memang dataran rendah.

Jembatan ini menjadi jalan akses utama jika ingin ke Palangka Raya dari Banjarmasin, Kuala Kapuas, atau Pulang Pisau jadi penggunanya sangatlah banyak dan pastinya bisa dibilang sebagai prasarana umum.

Sayangnya beberapa anak muda atau mungkin juga sdh ada yang tua sengaja mencoret-coret dinding dari jembatan ini. Ada yang sekedar menuliskan nama, menuliskan nama geng nya, atau menuliskan nama dia dan pasangannya.

Oke dgn tidak menganggap hal lain itu tdk penting, mari kita bahasa tentang coretan nama berpasangan.

Mungkin dua sejoli ini ingin mematrikan namanya di jembatan atau agar diketahui orang lain tentang hubungannya. Bisa jadi biar orang lain ga ngerebut kekasihnya atau mungkin menunjukkan eksistensi hubungannya kepada orang tua yang tidak merestui.

Apapun alasan mereka, corat-coret seperti ini akan merusak keindahan. Harusnya si cowok gentlemen dong. Lamar ceweknya dan coretkan nama kalian berpasangan di undangan pernikahan. Kan bisa lengkap cantumin nama orang tua juga. Trus jangan lupa nama M. Ramdhani Sekeluarga di daftar undangannya ya

**
Berbicara masalah hubungan sejoli, di sini ada yang namanya JUJURAN. Jujuran ini diberikan pihak cowok ke cewek sebagai bukti cintanya saat melamar untuk dinikahi. Celakanya besarnya jujuran inilah yang sering menghambat cowok untuk berani melakukan lamaran. Biasanya semakin tinggi pendidikan si cewek atau semakin sukses orangtua si cewek maka akan semakin besar jujurannya.

Bahkan ada orang tua yang malu kalo jujuran anaknya kecil. Malu karena bisa diomongin orang lain. Misalnya, "eh si Aluh tu jujurannya 10juta aja maka sugih lalakiannya kada dimintai jujuran yang banyak". "Napa sedikitnya minta jujuran? Anak kam tu bungas, pintar. Larangi pang lagi". Nah nanti uang jujuran itu akan di"pamerkan" pada saat acara BEANTARAN. Disitulah letak gengsinya para orang tua.

Ada sebuah rahasia umum yang sulit dibuktikan, konon besarnya jujuran itu cuma sebatas di mulut, sebatas omongan biar ga malu dan jatuh gengsinya. "Berapa jujurannya?", "100 juta jar!". Padahal sebenarnya ga sebesar itu.

Inilah budaya, terlepas dari baik atau tidaknya hal tersebut

Nengokin Rumah


Setelah sekian lama ga ditengokin karena ga ada kesempatan untuk pulang ke Kapuas akhirnya pagi ini nengokin juga.

Informasi dari tetangga bahwa rumput depan rumah sudah semakin meninggi terbukti dan akhirnya tergerak untuk setidaknya membersihkan rumput dengan cara menyemprotkan herbisida.

Rumah ini "terbengkalai" sejak SK pindah istri untuk mengikuti suami terbit. Akhirnya kami boyongan pindah ke Palangkaraya. Ada niat untuk menjual nih rumah. Setidaknya dikontrakkan untuk tukar guling ngontrak rumah kami di Palangka Raya. Barangkali pembaca ada berminat bisa hubungi saya

Kamis, 20 Agustus 2015

Jodohku Ada di "Dekat"ku PART. 2


Oke ngelanjutin part. 1 kemarin, sebelum cerita orang yang menjadi istriku aku mau komentarin dikit tentang si adik yang baru saja ulang tahun dan baru PUTUS CINTA.

Yak pake huruf kapital biar jelas.... Dia kan pacaran sama teman kuliahnya katanya sih orang Palembang tapi sudah stay di Malang. Pas ditinggal mudik eh malah putus cinta. Wkk paling-paling jodohmu nanti "Alus" tetangga sebelah ding!

***
Oke sekarang masuk ke cerita inti. Istriku ini adalah tetanggaku. Rumahnya ga jauh dari rumahku. Paling-paling 500 meteran lah. Sebenarmya istriku ini jarang ada di lingkungan rumahnya karena dari kecil sudah disuruh sekolah di luar kota hingga akhirnya kembali lagi setelah lulus kuliah dan menjadi PNS. Itu aja ya ceritanya. Dikit aja biar penasaran

Rabu, 19 Agustus 2015

Hilang Sekejap Mata


Jadi ceritanya gini, kemarin sore pas pulang kerja aku mampir ke ATM di Jalan RTA Milono Palangka Raya. Tepatnya ATM di depan swalayan toko bangunan GEMILANG.

Nah berhubung cuma sebentar, aku ga markirin motor di parkirannya tapi di tepi jalan aja. Sesuai anjuran di ATM kita harus melepas helm kalo berada di dalam box mesin ATM. Alhasil aku gantungin aja tuh helm di motor.

Ga ada acara antri, langsung masuk tuh box ATM. Prosesnya cuma cek saldo, bayar premi asuransi sebanyak 2 premi, trus narik duit 300.000. Cuma bentar paling lama 5 menit.

Pas udah balik ke motor Innalillahi wa innailaihiroojiuun. Tuh benda yang nyantol di spion motor (helm) udah raib aja. Waaah rada nyesel juga ga masukin ke parkiran padahala cuma bayar 2 ribu.

Pesan aku, kalo beli helm ga usah beli yang merknya GM karena itu singkatan "Gasan Maling" terlalu bagus. Yang penting SNI dan nyaman dipakai dan kalo parkir sebisa mungkin barang-barang yang nyantol di motor diawasin.

Akhirnya karena ga ada helm yang bagus, cuma ada helm yang seadanya, akhirnya balik lagi prinsip waktu kuliah dulu. GA PERLU BAGUS YANG PENTING ADA

Selasa, 18 Agustus 2015

Kabut Asap di Palangka Raya


Salamat siang kakawanan....

Mamparingati Hari Kemerdekaan nang ka-70 ini ulun rasa handak posting pakai bahasa daerah ulun. Biarpun ulun ni campuran antara Dayak wan Banjar tapi bahasa sahari-hari ulun ni Bahasa Banjar. Muhun ijin ai lah pakai bahasa sahari-hari ulun. Rancana manambahi label jua di blog ulun ni yaitu BB. Pikiran pian jangan kijil. BB maksud ulun ni Bahasa Banjar lain Buka-bukaan pang.

Nah posting pertama BB ni ulun handak bakisah pangalaman babarapa hari ini di Palangka Raya wadah kadiaman ulun. Samingguan ni sudah pina bakabut asap. Apalagi malam sampai baisukan sungsung bau asap tahingut banar. Nang sihat gin bisa jadi gagaringan dapatnya. Kaya ulun ni pina bahingusan wan handak batukan. -du'akan ulun mudahan kada garing lah-

Kabut tu gara-garanya banyak lahan nang di bakar, pambakarannya takananya bisa kada kawa dikandaliakan akhirnya kabun urang sabalah tabakar jua pas am magin baganal apinya. Banyak sudah bantuan pamadam kabakaran hutan tapi ulih kababanyakan yang tabakar kada sanggup jua bubuhan sidin. Ujar manurut ilmu pertanian amun lahan gambut tu tabakar, biar pajah atasnya amun bawahnya masih ada bara nya bisa pacangan hidup lagi apinya.

Nah asap ni datangnya kada tau jua ulun darimana tapi pas hari minggu sumalam ulun ka Banjarmasin mahadari kawinan kawan, banyak titik-titik api sapanjang jalan. Apalagi jalan antara Pulang Pisau smpai ka Palangka Raya. Mulai yang di tangah hutan sampai di pinggir jalan gin ada.

Efek kabut asap ni bisa mangganggu kasihatan. Ujar urang tu ISPA -napa kah kapanjangannya tu-. Slain itu bisa mangganggu penerbangan jua. Bisa delay matan pagi sampai sore tu. Mudahan ja lakas ampih kabut asap ni, asa kada sanggup lagi. Sakit kapala hari-hari mahirup asap

Minggu, 16 Agustus 2015

Bola Kaca dan Bola Karet


Brian Dyson, mantan eksekutif Coca Cola pernah menyampaikan pidato yang sangat menarik,

"Bayangkan hidup itu seperti pemain akrobat dgn lima bola di udara.

Anda bisa menamai bola itu dengan sebutan :
1. Pekerjaan
2. Keluarga
3. KESEHATAN
4. Sahabat,
5. Semangat

Anda semuanya harus menjaga semua bola itu tetap di udara dan jangan sampai ada yang terjatuh.

Kalaupun situasi mengharuskan Anda melepaskan salah satu diantara lima bola tsb,
lepaskanlah Pekerjaan karena pekerjaan adalah BOLA KARET.
Pada saat Anda menjatuhkannya, suatu saat ia akan melambung kembali.

Namun 4 bola lain seperti :
Keluarga, KESEHATAN, Sahabat dan Semangat adalah BOLA KACA.
Jika Anda menjatuhkannya, akibatnya bisa sangat fatal!

Brian Dyson mencoba mengajak kita hidup secara seimbang.
Pada kenyataannya, kita terlalu menjaga Pekerjaan adalah bola karet,
bahkan kita mengorbankan Keluarga, Kesehatan, Sahabat dan Semangat demi menyelamatkan bola karet tsb.

Demi uang atau pekerjaan,
kita mengabaikan keluarga.

Demi meraih sukses dalam pekerjaan, kita jadi workaholic dan tidak memperhatikan Kesehatan.

Bahkan demi uang atau pekerjaan, kita rela menghancurkan hubungan dengan Sahabat yang telah kita bangun bertahun tahun lamanya.

Bukan berarti pekerjaan tidak penting,
jgn sampai pekerjaan atau uang menjadi BERHALA dalam hidup kita.

Ingatlah, kalaupun kita kehilangan
uang masih bisa kita cari lagi,
tapi jika Keluarga dan Kesehatan sudah terjual,
kemana kita membelinya lagi?

Uang hilang masih bisa dicari,
tapi apa kita bisa membeli Sahabat?
Uang hilang masih bisa dicari,
tapi apakah kita bisa memulihkan Kesehatan kita secara normal jika kita terkena penyakit kritis ???

Jagalah prioritas hidup Anda

Jumat, 14 Agustus 2015

Pramuka


Pramuka atau lengkapnya Praja Muda Karana merupakan satuan Scout (kepanduan) resmi yang ada di Indonesia -mohon koreksi kalo salah-dan hari ini 14 Agustus 2015 merupakan perayaan Hari Pramuka.

Pramuka itu keren, banyak hal yang bisa kita pelajari melalui pramuka. Misalnya baris-berbaris, tali-temali, persandian dan masih byk lagi.

Kalo dulu aku aktif pramuka saat SMP. Waktu itu regu kami Regu Semut karena anggotanya rata-rata berpostur kecil. Dalam setiap perlombaan selalu jadi nomor 2. Kalah sama Regu Kancil yang memang orangnya hebat-hebat.

Tingkatan pramuka ditentukan berdasarkan usia nah dalam tingkatan itu ada lagi tingkatan yang berdasarkan kecakapan. Kalo berdasarkan umur, pramuka dibagi atas siaga, penggalang, penegak.

***

Ada pengalaman saat ikut kegiatan pramuka, waktu itu ada perkemahan yang dilakukan di SMP. Namanya masih remaja ya aku ada laaah naksir sama cewek yang juga kebetulan ikut kegiatan itu juga.

Disuatu permainan dimana setiap orang harus mencari pasangan sambil menutup mata eh secara kebetulan aku dapat pasangan sama dia. Hati berbunga-bunga karena berpasangan sama dia. Meskipun ga pernah jadian dan sekedar menjadi teman biasa. Dan setelah beberapa tahun ga ketemu satu kalimat dari dia, "nama kam siapa yo? Kada ingat aku nah!" :'(

Rabu, 12 Agustus 2015

Situasi dan Analisis ASI Eksklusif di Indonesia


Sehubungan dengan masih suasana Pekan ASI Internasional -udah lewat lama kaleeee- dan ga sengaja nemu waktu buka-buka website Pusat Data dan Informasi (PUSDATIN) Kemenkes maka aku share sebuah e-book tentang (baca judul).

Berikut Linknya: http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-asi.pdf


Mengganti TagLine


Dulu waktu awal-awal bikin blog, isinya pengennya sih sharing ilmu biar kelihatan pintar kayak blog edukasi tapi makin kesini semakin ga karuan aja tema blognya. Dan hari ini aku putuskan untuk mengganti tagline blog dengan tagline yang lebih pas dengan konten blog.

"Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya", sebait perkataan seorang khalifah bernama Ali bin Abi Thalib yang juga merupakan sepupu Rasulullah sekaligus menantu Rasulullah. Penting dengan menuliskan ilmu, mungkin tingkatannya sepenting ayat Al-Quran yang pertama kali turun yaitu "IQRO (Bacalah)".


Dengan menuliskan ilmu, kita bisa membagi ilmu kita kepada orang lain. Bukankah membagi/mengajarkan ilmu yang bermanfaat merupakan salah satu amal jariyah yang pahalanya ga akan putus hingga akhir kiamat? dan hebatnya yang namanya ilmu itu kalo dibagi bukannya semakin berkurang tapi malah semakin kita mengingatnya -dosenku dulu bilang begitu-

Tanpa maksud untuk menolak perkataan Khalifah Ali bin Abi Thalib, akhirnya setelah mikir-mikir tagline yang tepat, maka tagline baru blog ku ini adalah "Apa yang ditulis akan menjadi pengingat dimasa akan datang". Sifatnya umum, baik itu ilmu ataupun cerita-cerita yang mungkin bagi orang lain sih ga penting tapi bagiku -yang daya ingatnya ga terlalu bagus- ada perlunya dituliskan agar bisa menjadi pelajaran ataupun sebagai pengingat dimasa akan datang.

Semoga nantinya bisa bermanfaat setidaknya untuk anak cucu ku agar mereka tau kehidupan abah/kakeknya dimasa lampau.

Senin, 10 Agustus 2015

Selamat Ulang Tahun Ding!


Lebih muda 10 tahun dari usiaku. Kini meskipun sudah tidak tinggal bersama orang tua lagi tapi masih ngarep kiriman orang tua sudah mulai mandiri.

Jadi teringat kisah sewaktu ni anak terlahir ke dunia. Tepat pada 10 Agustus 1996. Waktu itu malam minggu, mama berjuang menahan sakit saat akan keluar si anak ketiga ini. Dari pagi sudah ada yang namanya "keluar ciri" namun ni anak keluarnya di malam hari tepat azan Isya berkumandang.

Ga banyak yang bisa aku ingat kejadian kelahiran si kecil yang "perajuan" mulai beranjak dewasa ini. Sebab aku waktu itu masih usia 10 tahun. Masih belum cukup mengerti arti kelahiran dan perjuangannya apalagi untuk masalah cinta pada lain jenis -apa sih ga nyambung-

Yah intinya besar harapan kami untuk si adik yang kini kuliah di Jurusan tukang urut Fisioterapi di Universitas Muhammadiyah Malang ini. Banyak do'a yang mungkin tidak terucap, Sebab setiap harapan dan asa yang ada dalam pikiran kami, Insya Allah akan menjadi do'a.

Seandainya harus menyampaikan/memanjatkan do'a, semoga si adik bisa sukses meraih masa depan dan berhasil dalam kemandiriaannya. Panjang umur, banyak rejeki, dan diberikan ketetapan iman agar selamat dunia akhirat.

Selamat Ulang Tahun Ading/ Om TRI AGUS MAULANA dari abangmu dan istrinya yang mungkin tidak terlalu perhatian terhadapmu dan gadis manis yang mulai ompong giginya besar si Husna Qathrun Nada.

NB. Sori ga mau upload foto si ading takutnya dia makin terkenal

Ngantri Se-antri-nya


Pagi ini kembali mau masukin SPM ke KPPN Palangkaraya. Seperti biasa mekanisme antrian diberlakukan. Siapa yg ngambil nomor antrian terlebih dahulu, dialah yang akan dilayani duluan.

Sampe KPPN jam stgh 9 lewat dikit dan dapat nomor antrian dgn jumlah antrian 33 orang. Oke lah ga masalah karena ga dateng pagi2 itulah konsekuensinya.

Sekarang yg jd masalah adalah setelah 1 jam mengantri, nomor antrian baru bergerak sebanyak 4 nomor. Wealaaah mau sampe jam berapa antrinya? Kursi petugas penerima SPM yang tersedia 4 buah hanya terisi 2 buah -jam menunjukkan 09.27- nah loh kemana 2 nya? Mungkin cuti atau ada kesibukan lain. Tapi masa ga ada petugas pengganti sih? Atau petugas tambahan lah mengingat antrian kan banyak

Mikir sih tinggalin aja dulu daripada nunggu tapi kalo kelewat disuruh ambil nomor antrian baru, kalo ditunggu juga ga bisa dipastikan jam berapa. Asli udah kayak ngantri reviu RKAKL aja nih

Minggu, 09 Agustus 2015

Jodohku Ada Di "Dekat"ku PART. 1


Percaya atau tidak, dari banyak pasangan yang menikah mereka itu sebenarnya adalah orang-orang yang "dekat".

Ada yang menikah dengan teman sekolah, teman kuliah, teman di tempat kerja, teman sepermainan, anak teman ortu, dan sejenisnya.

Meskipun ada yang tidak termasuk dalam kategori di atas namun jumlahnya tidak sebanyak yang masuk kategori "dekat" itu.

Sebagai contoh, abah dan mamaku adalah dulunya teman sekolah, mertuaku dulunya satu kampus, kakak iparku dulunya satu kampus juga, Aku? Panjang ceritanya. Semoga masih mau baca ya...

***
Kalo aku cerita tentang jodohku, kayaknya biar afdol aku ceritanya dari awal mengenal pacaran. Pacar pertamaku adalah teman satu kampus -culun banget baru kenal pacaran saat kuliah padahal banyak yang baru-baru lulus SMP belum lulus udah hamil diluar nikah-.

Dia bisa dibilang primadona kampus lah. Orangnya asik buat ngobrol. Hubungan pacaran cuma 3 bulan habis itu putus baik-baik -ga pengen bilang kalo diputusin hiks-

*Note: masuk dalam kategori dekat yaitu teman kampus namun ternyata bukan jodoh buat menikah

***
Next. Orang kedua yang bisa dibilang pacar. Dimulai dengan hobi yang sama yang saat itu lagi booming yaitu chatting dgn YM -eh ini bukan acara tausiah asuhan salah satu ustad idolaku-.

Terjadilah hubungan pacaran selama lebih dari 3 tahun dan putus. Kali ini jujur deh kalo yang mutusin aku -suer beneran go boong- namun putusnya ga baik-baik.

*Note: masuk dalam kategori dekat yaitu punya hobi yang sama dan juga bukan jodoh buat menikah

***
Selanjutnya aku akan cerita tentang wanita yang jadi jodoh untuk menikah. -ah cemen mantannya cuma 2- ga apa2 daripada banyak tapi dputusin mulu haha... nah untuk cerita selanjutnya dilanjut di posting berikutnya aja yaaa.... -makanya pake embel2 PART1 di judulnya hehe-

Sabtu, 08 Agustus 2015

Monopod a.k.a. Tongsis


Monopod atau biasa disebut tongsis sekarang ini sdh jadi barang umum. Setiap org yang suka narsis hampir selalu membawa alat ini.

Awal tongsis mulai merebak nampaknya dari foto Ibu Ani Yudhoyono di akun instagram beliau. Foto beliau waktu itu sedang memegang tongsis sehingga byk follower beliau penasaran dgn alat tersebut.

Tadi malam saat aku jalan ke pasar malam, ada yg jual tongsis dengan desain baru. Kalo dulu tongsis hanya sebagai penyangga "kamera", sekarang ada kabel yg colokannya dipasang di lubang earphone. Jadi untuk berfoto tidak perlu bikin timer lagi tapi langsung tekan tombol yang ada di pegangan tongsis. Jadi tombol tersebut berfungsi sebagai shutter.

Kalo udah punya tongsis "model lama" bisa ga diakalin? Bisa dooong. Caranya gini, pasang aja earphone yg biasa digunakan utk telpon2an atau dengerin lagu. Nah kan ada tombol utk  "ngangkat telpon" -biasanya dekat mic- itu bisa digunakan utk shutter jika mode kamera di hp aktif. Ga percaya? Silahkan coba 😁

Jumat, 07 Agustus 2015

Disitu Saya Kadang Sedih


Masih ingat ungkapan seperti judul tulisan ini? Ya beberapa waktu yang lalu ungkapan itu menjadi tren di dunia maya. Bahkan banyak yang bikin meme nya.

Awalnya ungkapan itu disampaikan oleh seorang polisi wanita (polwan) yang sedih karena harus sering meninggalkan anak-anaknya untuk bertugas. Hal itu disampaikan di program acara "86" di NetTV.

Nah tadi pagi aku baru mikir dan merasa sedih juga karena harus menitipkan anak di Tempat Pengasuhan Anak (TPA) karena aku dan istri bekerja kantoran yang jam masuk dan pulangnya sudah diatur.

Sebenarnya Husna ga sekedar dititipin aja sih. Pagi dia masuk PAUD. Nah setelah PAUD baru ke TPA di tempat yang sama.

Sisi positifnya adalah mengajarkan anak untuk berinteraksi dengan orang lain selain babah dan mamanya maklum Husna kan anak pertama jadi teman sehari-harinya ya babah dan mamanya.

Sedikit cerita saat aku mengantar anak tadi pagi, kebetulan sampe sekolahnya barengan sama teman Husna yg lain yaitu Tea. Nah teman2nya yg sudah datang -kebetulan cowok2- neriakin, "Husna dataaang!! Tea dataaaang!!". Sampe2 Bunda (guru) nya bilang, "iih ni anak2 cowok masih kecil udah manggil2in cewek". Hahaha entah apa yang ada di dalam pikiran polos anak-anak ini

Kamis, 06 Agustus 2015

Pulsa Untuk Menurunkan Berat Badan


Beberapa hari ini sering dapat SMS yang mengatakan bahwa pulsaku tidak mencukupi untuk layanan Menurunkan Berat Badan dari operator yang biasa dikenal dengan warna merahnya ini. Bingung juga padahal ga pernah registrasi atau apapun (maklum kartu yang dipake cuma buat internetan). Atau jangan-jangan memang ada program untuk menurunkan berat badan tersebut. Yaaaa mungkin dengan mengirimkan SMS-SMS motivasi untuk menurunkan berat badan.

Atau emang aku lupa kalo ikutan tuh program? Aiiih logikanya ga masuk karena berat badanku yang mungkin tidak gemuk juga telah anjlok di bulan puasa kemaren bahkan anjloknya gila-gilaan sampe dibawah 50 kg.

Sebenarnya anjloknya BB bukan karena puasa sih. Aku akui perbandingan aktifitas yang seperti biasa dengan porsi makan yang berubah. Biasanya kan makan 3 kali sehari nah kalo bulan puasa cuma makan pas sahur dan berbuka puasa aja. Ngemil pun jarang disaat malam. Itu yang bikin BB menukik tajam seperti hujan yang jatuh ke bumi

Oh ya ngomongin masalah BB, sebenarnya aku ga punya masalah besar. BB rata-rataku dulu semasa kuliah antara 45-47 kg. Dengan tinggi badan 160 cm jelaslah itu jauuuuh dari ideal. Setelah menikah, berat badan mulai meningkat hingga terjadi penambahan 10 kg lebih dengan konsentrasi penumpukan lemak di perut. Celana-celana pada kekecilan bahkan celana seragam kantor sempat untuk tidak bisa di pasang kancingnya. Nah sekarang dengan menurunnya lagi jarum pada timbangan celana yang tadinya pas jadi agak kedodoran lagi hehe....

Rabu, 05 Agustus 2015

Pake KB Apa?


Beberapa teman sempat bertanya mengenai alat kontrasepsi (kata orang awam: KB) yang kami pakai saat istri menyusui.

Beberapa diantara mereka menggunakan KB suntik yang 3 bulan yang katanya tidak mengurangi produksi ASI saat menyusui namun keluhan mereka adalah berat badan yang terus meningkat.

Awalnya memang kami menggunakan suntik KB yang 3 bulanan. Namun ternyata efeknya agak kurang baik (bagi kami). Beberapa diantaranya adalah tidak ada lagi tamu bulanan si istri dan aku agak khawatir dengan hal ini karena dari beberapa literatur yang kami baca di internet ternyata untuk mengembalikan kesuburan wanita dengan suntik KB ini cukup lama. Siapa tau nanti mau ngasih adik ke Husna kan hehe...

Keluhan kedua adalah berkurangnya libido istri dan mengeringnya vag*na. Kasian kan kalo harus berhubungan suami-istri tapi ada satu pihak yang "tidak siap"

Akhirnya setelah browsing info sana-sini akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan alat kontrasepsi yang terbaik -menurut kami-. Yaitu kondom. Walopun bagi sebagian pria penggunaan kondom dapat mengurangi "rasa" namun yang kami pertimbangkan banyak. Beberapa diantaranya adalah:

  • Tidak adanya perubahan hormonal pada istri sehingga keseimbangan hormon tidak terganggu. Efeknya yaaa kondisi tubuh istri akan normal berjalan seperti apa adanya. Menyusui akan normal, menstruasi akan normal, emosi akan normal, libido akan normal. Pokoknya normal dah
  • Tidak repot mengingat jadwal suntik KB atau mengkonsumsi obat KB yang bagi sebagian orang bisa lupa


Penggunaan alat kontrasepsi sih sebenarnya pilihan dan kesepakatan suatu pasangan Ingat ya KE-SE-PA-KA-TAN artinya berdua harus sama-sama setuju. Saran saya sih pilih alat kontrasepsi yang terbaik -bagi anda- dan SEPAKAT dalam penggunaannya

Minggu, 02 Agustus 2015

Pak Giyo Wafat


Hari ini dapat kabar Pak Giyo wafat. Pak Giyo ini tetangga kami waktu ngontrak rumah jaman kuliah dulu.

Beliau ini pernah bekerja di Hotel Ambarukmo sewaktu masih belum ditutup dulu (aku lupa tahunnya kapan)

Pak Giyo ini salah satu tetangga yang baik. Waktu itu aku ingat mau motong rumput di belakang kontrakan, karena ga punya alat buat motong pinjamlah ke beliau. Eh bukannya cuma dipinjemin parang/golok malah mau dipinjemin cangkulnya segala.

Beliau juga sering bercerita tentang sejarah Hotel Ambarukmo dan kegiatan sehari-hari beliau saat bekerja disana. Seingatku beliau ini juru masak (koki atau mungkin chef) di Hotel tersebut pada jaman itu.

Semoga amal beliau diterima Allah dan dosa-dosa beliau diampuniNya. Aamiin ya rabbal 'alamiin

Oh ya Hotel Ambarukmo letaknya di daerah Ambarukmo, Sleman, Yogyakarta. Tepatnya di jalan Adisucipto (biasanya juga disebut jalan solo)

Sabtu, 01 Agustus 2015

Akhir Cerita Ciput


Ciput (kelinci putih) punya Una hari ini harus kembali ke penciptanya. Setelah 1 mggu dpelihara tanpa keluhan tiba2 pagi ini langsung lemes ga karuan. Bingung juga mau diapain tuh kelinci. Dan akhirnya ga berapa lama Ciput pun mati

Ga perlu lama2 Ciput langsung kami kuburkan di belakang rumah. "Jenazah" Ciput diangkat langsung oleh Una untuk dikebumikan.

Sampai jumpa Ciput