Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya (Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a)

Arsip

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 17 September 2015

Ngantri di KPPN (lagi)


Kejar-kejaran realisasi keuangan kantor memang bikin heboh seluruh pengelola keuangan termasuk aku yang sekedar operator aplikasi SPM dan petugas pengantar SPM ke KPPN.

Sudah dua hari ini aku berturut-turut untuk ngantri dan menyerahkan SPM untuk melakukan pencairan dana ke KPPN Palangkaraya. Sambil ngantri ya kadang ngobrol, kadang blog walking, kadang mencet-mencet hape ga jelas.

Ada sih keinginan untuk membunuh waktu antrian dengan baca buku cuma nanti dibilangin sok pintar pula sementara yang lain aktifitasnya maen hape. Mungkin mereka lagi baca postingan blog aku yang ga jelas arahnya kemana ini ya haha...

Berhubung nomor antrianku masih lama akhirnya aku memutuskan untuk negposting aja. Kali aja ada yang baca sambil ngantri di KPPN lain dan bisa sharing di kolom komentar.

***
Review sedikit tentang antrian di KPPN Palangkaraya. Setiap yang ingin pelayanan disini wajib mengambil nomor antrian. Antrian diambil di mesin antri dengan memilih pelayanan yang diminta. Nomor antrian terdiri dari 3 digit. Digit pertama (paling kiri) itu menunjukkan counter yang melayani.

Angka 0 artinya antrian untuk pelayanan counter umum. Counter ini melayani surat-menyurat, pengambilan SSP kembali. Counter ini ada 1 loket

Angka 2 artinya antrian untuk pelayanan counter Costumer Service. Counter ini ada 2 loket

Angka 3 artinya antrian untuk pelayanan counter penerimaan SPM. Counter ini ada 3 loket.

Angka 7 artinya antrian untuk pelayanan counter bank. Melayani konfirmas penerimaan negara berupa pajak dan PNBP. Counter ini ada 1 loket

Ada lagi 1 counter yang aku lupa angkanya berapa yaitu counter Rekon. Melayani rekonsiliasi data antara KPPN dan satker

Agar mengantri tak membosankan, dihidupkan tv yang tanpa suara hehe... kalopun dikasih suara ga akan terdengar jelas juga. Ada juga fasilitas dispenser dengan gelas yang cukup banyak. Dulu sih pernah ada kopi, gula, dan teh nya. Sekarang nampaknya sekedar air putih saja.

0 Komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar pada formulir isian berikut