Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya (Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a)

Diberdayakan oleh Blogger.

Sabtu, 31 Oktober 2015

Satya "Turun Gunung"


Akhirnya setelah nunggu beberapa hari, STNK si Brio Satya udah di tangan.

Agak takut jg bawa si satya dlm keadaan "bodong". Tapi setelah ada STNK dan kebetulan ada urusan di Kapuas akhirnya dia turun gunung untuk mulai mengembara.

Rute utama adalah Palangka Raya - Kuala Kapuas dgn jarak kurang lebih 130km dilibas sukses dengan panel instrument yg menampilkan rata2 penggunaan BBM 25km/liter. Kondisi lalu lintas lengang dengan kecepatan rata2 60-80 km/jam

Lanjut rute tambahan Kuala Kapuas - Martapura pun sukses dilibas dgn jarak kurang lebih 90km dgn panel penunjuk rata2 penggunaan BBM 19km/ltr. Kondisi lalu lintas cukup ramai di daerah Banjarbaru dengan kecepatan rata2 daerah situ hanya 40km/jam

BBM yg digunakan adalah jenis Pertalite yg harganya Rp. 8500/liter

Besok rencana mau melibas rute balik Martapura-Kuala Kapuas-Palangka Raya. Semoga  perjalanan lancar

Jumat, 30 Oktober 2015

"Jadi!, Maka Jadilah!!" (Sebuah Renungan)


Beberapa bulan sudah kami di Palangka Raya didera kabut asap, mulai dari tipis hingga tebal. Mulai dari sekedar asap hingga asap bercampur abu kebakaran hutan. Banyak penduduk yang "tumbang" kena ISPA, bahkan tidak sedikit yang mengungsi keluar kota Palangka Raya untuk menyelamatkan anak-anak mereka.

Bantuan datang dari mana-mana, baik itu dari instansi pemerintah hingga para relawan. Partai-partai politik pun ga mau ketinggalan. Hampir setiap hari tim Pemadam Kebakaran bekerja hingga kelelahan. Posko-posko kesehatan didirikan. Semua sudah dikerahkan namun kabut asap tidak juga reda bahkan pemerintah nampaknya sudah menemui jalan buntu.

Demo dibuat warga di Palangka Raya. Presiden hingga Menteri-menteri berkunjung ke Palangka Raya. Luar biasa perhatian pemerintah dan para pemimpin negeri serta para relawan untuk kabut asap di Palangka Raya ini.

Berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan Pemerintah, relawan, dan bahkan warga berjibaku dengan kebakaran lahan serta kabut asap yang semakin pekat. Penerbangan tidak dapat dilakukan sehingga membuat maskapai rugi besar, sekolah-sekolah diliburkan karena dikhawatirkan bisa berdampak buruk pada kesehatan siswa, perekonomian mengalami keguncangan.

Hingga, senin malam 26 Oktober 2015 Allah menunjukkan kuasaNya. DiturunkanNya hujan lebat. Hujan berlanjut pada malam-malam selanjutnya dan tidak sampai satu minggu udara Palangka Raya sudah jauh membaik. Benarlah jika Allah sudah berkata, "Kun! Fayakun!. Jadi! Maka Jadilah!" tak perlu waktu lama. Semoga renungan ini bisa memberikan terang pada hati kita dimana tidak ada daya dan upaya melainkan atas kehendakNya.

Tulisan ini bukan berarti menafikkan usaha dari pemerintah dan para relawan, bukan! Melainkan inilah hal yang bisa diambil hikmahnya dimana setiap usaha harus diiringi doa sebab usaha tanpa doa adalah sombong dan doa tanpa usaha adalah sia-sia

Kondisi Saat Kabut Asap Pekat

Sudah Cukup Cerah

Sabtu, 24 Oktober 2015

Telkomsel Lounge Bandara Soetta


Masih ingat kan ulasan tentang Garuda Executive Lounge Bandara Soetta. Nah kali ini aku akan bahas tentang Loungenya Telkomsel yang juga ada di Bandara Soekarno-Hatta terminal 2F.

Untuk masuk ke lounge ini kita harus membayar Rp.75k/orang. Lebih murah jika dibandingkan lounge yg aku ulas sebelumnya. Nah bagi pengguna KartuHalo akan diberikan akses lounge secara gratis. Sayangnya untuk pembayaran dengan penukaran poin Telkomsel atau t-cash -yang notabene adalah produk TSel juga- masih belum bisa dilakukan.

Untuk ruangan lounge, aku rasa cukup sempit jika dibandingkan dengan lounge Garuda. Makanan yang disajikan pun kurang variatif. Mungkin karena efek lebih murah itu kali ya. Kelebihannya di lounge ini ada musholla-nya meskipun toilet hanya ada 1 yang artinya gabung antara ladies dan gent. Untuk nge-charge gadget juga nampaknya tidak disediakan.

Bagi yang mau ngirit aku sarankan di lounge ini aja apalagi kalo pengguna KartuHalo pasti bakalan ngirit banget karena free alias gratis

Rabu, 21 Oktober 2015

Bantuan Sudah Tiba


Kondisi kabut asap yang semakin menjadi dan ga tau kapan berakhirnya menggerakkan teman-teman -yang sebagian juga aku blm kenal- untuk menyalurkan bantuan berupa masker N95. Tidak kurang dari 30 box masker N95 telah dikirimkan ke aku untuk dibagikan pada masyarakat di Palangka Raya. Kiriman terdiri dari 2 paket. Paket pertama adalah paket kiriman dari teman-teman masa kuliah dulu yang punya gerakan berbagi yang kami sebut Bratawali Foundation (http://bratawali-foundation.blogspot.com) dan paket kedua kiriman dari temannya teman di F Traveller (http://www.ftraveler.com)

Semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk meringankan sedikit beban saudara-saudara di Palangka Raya yang terdampak kabut asap parah




Bagi rekan-rekan yang ingin mengirimkan bantuan masih aku terima. Bantuan bisa berupa kiriman masker jenis apapun. Silahkan kontak saja aku di twitter @abangdhani ya

Selain masker, warga juga membutuhkan suplemen multivitamin dosis tinggi untuk menjaga daya tahan tubuhnya maklum meskipun kabut asap parah seperti ini masyarakat harus tetap bekerja agar dapur tetap ngebul

Begini kondisi Palangka Raya pada 20 Oktober 2015

A photo posted by M. Ramdhani (@abangdhani) on
A photo posted by M. Ramdhani (@abangdhani) on

Selasa, 13 Oktober 2015

Garuda Executive Lounge Bandara Soetta


Mungkin bagi pemirsa blog yang sudah terbiasa terbang dengan maskapai plat merah Garuda Indonesia adalah hal biasa jika harus menunggu jadwal penerbangan sambil beristirahat di lounge tapi bagi aku yang orang kampung jarang-jarang lho "main" le lounge ini. Kenapa? karena dengan kata executive dompet ini sudah bergetar hebat a.k.a takut mahal tapi ternyata berbekal pengalaman bersama pak kepala kantor yang terbiasa di lounge akhirnya aku tau kelebihan lounge ini.

Bagi yang sedang melakukan perjalanan udara melalui bandara soetta dan maskapai Garuda Indonesia dan masih nunggu jdwal yang agak lama bisa menggunakan fasilitas lounge ini. Biayanya? Oke bagi para pemegang Garuda Miles Gold ke atas maka GRATIS, bagi yang Silver bisa cek poin, kalo melebihi 2500 poin bisa nge-redeem atau kalo ga cukup bisa membayar sebesar Rp. 110k. Mahal? relatif ya kalo kita makan sekenyangnya + kopi beberapa gelas, nge-charge gadget, internetan gratis sepuasnya aku rasa itu cukup murah untuk mengisi waktu sambil menunggu penerbangan. Kalo dihitung-hitung untuk makan dan ngopi (tidak sepuasnya) ditempat lain ya habisnya juga segitu-gitu kan.

Makanannya enak? relatif lagi, kalo orang kampung kayak aku sih enak. Sesuai lah selera dengan lidah kampung yang sok kota ini

Senin, 12 Oktober 2015

Tantrum


Rasa-rasanya blm sampai setahun yang lalu dimana aku sempat ngobrol terkait "sikap" anak sematawayangku sama seorang perawat Rumah Sakit Jiwa saat DL bareng. Waktu itu memang anakku sering nangis teriak-teriak kalo keinginannya ga diturutin meskipun tengah malam dan asal tau saja, keinginannya sepertinya dibuat-buat agar dia bisa nangis.

Nah beberapa hari yang lalu anakku demam, mungkin karena perubahan cuaca yang ekstrim dimana kabut asap bisa datang dan pergi secara tiba-tiba dan setelah demamnya turun mendadak sikapnya kayak dulu lagi nyari-nyari kesalahan biar bisa nangis senangis-nangisnya. Kalo sudah nangis ya ga mau denger "bujuk rayu" lagi, pokoknya nangis aja sampe yang ngebujuk ikutan emosi.

Mungkin kah yang diderita anakku itu temper tantrum? Yah nyari jawaban di internet lagi, apa kata wikipedia?

Tantrum (atau tantrum temper) adalah ledakan emosi, biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional, yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, menjerit-jerit, pembangkangan, mengomel marah, resistensi terhadap upaya untuk menenangkan dan, dalam beberapa kasus, kekerasan. Kendali fisik bisa hilang, orang tersebut mungkin tidak dapat tetap diam, dan bahkan jika "tujuan" orang tersebut dipenuhi dia mungkin tetap tidak tenang

Tantrum bagi balita adalah salah satu bentuk yang paling umum dari perilaku bermasalah pada anak-anak tetapi cenderung menurun dalam frekuensi dan intensitas begitu anak tumbuh. Pada balita, tantrum atau amukan dapat dianggap sebagai normal, bahkan sebagai pengukur dari kekuatan pengembangan karakter.

Kalo menurut pemirsa gimana? Jujur aku bingung

Sabtu, 10 Oktober 2015

Penjelasan Penggunaan Masker


Copy-paste dari grup whatsapp (sori kalo berantakan)

***
Berikut Penjelasan penggunaan masker oleh Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia

1. Komponen asap kebakaran hutan terdiri atas: GAS ( CO, CO2, NOx, SOx, Ozone dan lainya), PARTIKULAT (PM10, PM2.5, Ultrafine particles) dan UAP. Masing masing memiliki dampak terhadap kesehatan. Sampai saat ini tidak ada satupun Jenis masker/respirator yang dapat memproteksi terhadap semua komponen GAS dari asap kebakaran hutan.

2. Sesuai dengan konsep pencegahan primer, sekunder dan tersier di dalam hubungannya dengan risiko kesehatan akibat pajanan bahan berbahaya termasuk asap kebakaran hutan, penggunaan alat pelindung diri seperti masker / respirator direkomendasikan untuk digunakan oleh orang-orang yang terpajan asap kebakaran hutan.

3. Masker ataupun respirator didesain untuk mengurangi pajanan partikulet (PM)

4. Penggunaan masker bedah (surgical mask) pada kasus kebakaran hutan memiliki manfaat untuk mengurangi pajanan masuknya partikel ke dalam saluran napas . Berdasarkan penelitian / literatur masker bedah didesain untuk memfilter partikel yang besar tetapi tidak untuk partikel yang kecil, penetrasinya sekitar 60-70% partikel masih dapat masuk ke saluran napas

5. Sehubungan dengan penggunaan respirator.
a. Terdapat banyak jenis respirator, yaitu air purifying device dan air supplying device. Air purifying device memiliki beberapa jenis seperti N100, N95, R100, P100 dan lainnya yang didasarkan pada kemampuannya memfiltrasi partikel.

b. Masker N95 merupakan masker yang cukup baik karena dapat menghalangi 95% partikel yang masuk (terutama PM10) JIKA: digunakan dengan teknik dan cara yang tepat (dibutuhkan individuality fit test). Beberapa penelitian penggunaan masker N95 dan masker bedah tidak berbeda bermakna dari segi kejadian ISPA akibat pajanan asap kebakaran hutan. Hal ini berhubungan dengan teknik penggunaan masker N95 yang tidak tepat. Sehingga manfaatnya hampir sama dengan penggunaan masker bedah biasa. JIKA digunakan dengan teknik dan cara yang benar, masker N95 dapat mengurangi gejala pernapasan yang timbul akibat pajanan asap kebakaran.

c. Penggunaan masker N95 mempunyai keterbatasan berupa ketidaknyamanan penggunaannya dan penggunaannya terbatas maksimal hanya 8 jam (disposable).

d. Penggunaan masker N95 berdasarkan literatur direkomendasikan pada kondisi berikut ini:
i. Seseorang yang harus berada diluar ruangan saat kondisi asap cukup pekat ( dilihat dari kualitas udara. PM10 atau ISPU)
ii. Dengan syarat harus dengan “ individual fit test” agar kemampuan proteksinya terjamin dengan baik

e. Penggunaan masker N95 tidak direkomendasikan pada :
i. Di dalam rumah
ii. Anak-anak
iii. Ibu hamil
iv. Orang tua (lansia)
v. Pasien dengan penyakit kardiovaskuler, penyakit paru kronik.

Penelitian tentang penggunaan berbagai jenis masker pada kondisi kebakaran hutan masih terus berjalan .
Demikian keterangan dari kami, semoga bermanfaat.

Jakarta, 8 Oktober 2015

Pengurus Pusat
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia
DR. Dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FAPSR
Sekretaris Umum PDPI

Rujukan :
• CDC/ BC centre for disease control. Evidence review : using mask to protect public health during wildfire smoke events. March 2014.
• Brewer M. Health impact of biomass air pollution. WHO. 2005
• Schwela D. Fire disaster: The WHO-UNEP-WMO health guidelines for vegetation fire events. Ann Burn Fire Disaster. 2001; 14(4):197-9
• Kunii O, Kanagawa S, Yajima I, Hisamatsu Y, Yamamura S, Amagai T, et al. The 1997 Haze Disater in Indonesia: Its Air Quality and Health Effects. Arch Environ Health Int J. 2002; 571):16-22
• Mott JA, Meyer P, Mannino D, Redd SC, Gotway-Crawford C, et.al. Wilddland forest fire smoke: Health effects and intervention evaluation, Hoopa, California, 1999. West J Med. 2002 May. 176(3): 157-62
• American Thoracic Society. Respiratory Protection Guideline. Am J Respir Crit Care 1996;154:1153-1165

***
Yg dimaksud individual test itu, ybs harus dilatih untuk menggunakan n95 dan dilakukan pengujian apakah penggunaannya sudah benar, seperti tidak ada celah di sekitat hudung atau daerah bawah dagu. Penggunaan masker n95 pada kondisi partikulat PM10 atau PM2,5 yg tinggi mengakibatkan partikel tsb menempel pada masker dan menyumbat pori2 masker n95 yg sangat kecil, sehingga bisa menyebabkan sesak napas karena masker tsb buntu.

Kamis, 08 Oktober 2015

SINOPSIS: Syahadat Cinta Sang Atheis



Denis, seorang pria yang ditolak lamarannya oleh calon mertuanya karena dia tidak percaya adanya Tuhan akhirnya mendapatkan cobaan bertubi-tubi. Kekasihnya meninggalkannya dan usahanya pun hancur. Mendadak ia menjadi orang yang seakan tidak punya makna hidup.

Beruntung pertemuan dengan seorang teman lama membuat Denis mendapatkan iman, pekerjaan, dan cintanya.

Bagaimana jalan Allah memberikan hidayahNya kepada Denis? Apakah kisah cintanya yang gagal akan terulang lagi? Jawabannya akan anda dapatkan setelah membaca novel ini. Ya... SYAHADAT CINTA SANG ATHEIS

Rabu, 07 Oktober 2015

Alternatif Membeli Buku Online


Bagi yang tinggal di Palangkaraya pasti sudah tau betapa sulitnya untuk membeli buku bacaan. Toko-toko buku besar nampaknya belum berminat untuk investasi membuka penjualannya disini.

Aku yang salah satu hobinya beli buku memang agak kesulitan dalam hal ini. Pilihannya cuma membeli online atau pergi ke Banjarmasin. Pertimbangannya jika beli online adalah pengirimannya yang mana ongkos kirim hampir menyamai harga bukunya. Pertimbangannya jika pergi ke Banjarmasin adalah perlu waktu yang tidak sedikit dan biaya juga. Akhirnya cari-cari lagi alternatif lain lewat internet dan ketemulah yang namanya SCOOP dan WAYANG FORCE

Kedua aplikasi ini intinya adalah menyediakan jasa penjualan buku/majalah digital. Selain itu juga menjual koran harian dengan harga yang cukup murah. 
Buku/majalah yang dibeli akan "terperangkap" disebuah ID sehingga jika berpindah dari 1 platform ke platform lain tinggal login dan download ulang.

Aplikasi yang ditawarkan bisa digunakan untuk platform android atau IOS. Tinggal download aja di pusat download masing-masing platform.

Alat pembayaran dalam pembelian buku di kedua aplikasi tersebut adalah 
beberapa e-money ataupun transfer bank.

Setelah men-download kedua aplikasi tersebut dan mencobanya akhirnya aku paling kepincut sama WAYANG FORCE (WF). Beberapa hal yang aku suka adalah WF menampilkan harga dengan mata uang rupiah dan menyediakan fasilitas deposit sehingga cukup sekali deposit bisa untuk pembelian berkali-kali. Tentunya jika depositnya masih mencukupi ya. Untuk top-up atau menambah deposit bisa dilakukan melalui e-pay ataupun transfer bank.

Akhirnya dengan alternatif seperti itu aku bisa beli buku dengan harga yang sedikit lebih murah dan tanpa ongkos kirim, yang penting adalah koneksi internet baik itu wifi gratisan atau paket data operator selular yang digunakan mendownload buku utk pertama kali setelah membelinya atau mendownload ulang jika berpindah perangkat. Setelahnya, aku bisa meng-offline-kan perangkat.

Sejauh ini aku sudah 2 kali melakukan deposit. Yang pertama Rp.50k (sekedar utk mencoba membeli buku) dan yang kedua Rp.100k. Metode top up deposit yang aku gunakan memakai e-pay BRI.

Disarankan untuk menggunakan perangkat yang berlayar agak lebar seperti tablet agar membaca bisa lebih nyaman walaupun aplikasinya mendukung untuk layar sempit seperti henpon.

Senin, 05 Oktober 2015

Bermain Origami (Edisi #MelawanAsap)


Sehubungan dengan pekatnya kabut asap, -lagi lagi posting tentang kabut asap-, maka aku ngajak anak lebih banyak main dirumah saja daripada harus keluar rumah. Jadi minggu ini kami bermain ORIGAMI.

Tau kan origami? itu tuh seni melipat kertas dari Jepang yang kertasnya warna-warni dan bisa dibikin macem-macem tergantung kreatifitas kita. Nah sehubungan dengan mainan aku waktu kecil juga sering lipat-lipat kertas tapi waktu itu seringnya pake kertas buku disobekin dan lama-lama buku sekolah makin tipis.

Nah biar menarik, aku belikan kertas yang memang untuk origami. Satu bungkusnya berisi 25 lembar dengan warna merah, hijau, biru, kuning, dan jingga masing-masing sebanyak 5 lembar dengan ukuran 12 cm x 12 cm. Murah kok untuk 1 bungkusnya aku beli Rp 6k.

Kertas udah ada dan tinggal mau dibikin apa? Oke pertama aku bikin burung bangau dulu. Bermodal video tutorial dari YouTube. Berikut videonya:



Oke bangau sudah jadi, sekarang kami mencoba untuk membuat kelinci. Kembali YouTube menjadi andalan aku hoho....



Hmm apa lagi nak?, "Kupu-kupu!!" kata anakku. "Nah babah kada bisa amun kupu-kupu", "download dulu videonya", balas anakku. Oke deh om YouTube bantu aku di video berikut



Melihat hasil lipatan origami yang lucu-lucu, anakku senang banget dan pagi ini tadi hasil karya maestro babahnya dibawa ke sekolah. Hmm mungkin untuk dipamerkan ke teman-temannya

Jumat, 02 Oktober 2015

Sabar Dooong!


Kejadian ini sebenarnya kejadian yang akhirnya dianggap biasa dimana pesawat setelah landing dan proses "mencari parkir" terkadang bisa berhenti mendadak. Biasanya sih kejadiannya di bandara-bandara besar yang mana frekuensi penerbangannya tinggi.

Jadi ceritanya aku naik pesawat bermaskapai Citilink untuk rute BDJ-CGK. Waktu itu pesawat sudah landing di CGK dan sebelum "parkir" pesawat tiba-tiba berhenti. Banyak penumpang yang langsung berdiri untuk mengambil bagasi kabin. Flight Attendance pun "berteriak" melalu mic agar penumpang tetap duduk hinggan pesawat berhenti dengan sempurna di tempatnya.

Aku ga habis pikir terkadang orang seakan ingin cepat-cepat mengemasi barang-barang kabin mereka dan buru-buru keluar dari pesawat. Mungkin ada barang yang berharga di bagasi kabinnya. Eh tapi yang aku lihat "cuma" koper-koper (yang seharusnya dibagasikan karena ukuran yang besar) dan ransel-ransel aja sih. Sementara barang berharga kan biasanya dimasukkan tas kecil dan diletakkan tak jauh dari badan si pemilik.

Begitu mau keluar pun buru-buru aja seakan pesawat bakalan terbang lagi kalo kita telat keluar.

Kira-kira kenapa ya??