Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya (Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a)

Arsip

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 12 Oktober 2015

Tantrum


Rasa-rasanya blm sampai setahun yang lalu dimana aku sempat ngobrol terkait "sikap" anak sematawayangku sama seorang perawat Rumah Sakit Jiwa saat DL bareng. Waktu itu memang anakku sering nangis teriak-teriak kalo keinginannya ga diturutin meskipun tengah malam dan asal tau saja, keinginannya sepertinya dibuat-buat agar dia bisa nangis.

Nah beberapa hari yang lalu anakku demam, mungkin karena perubahan cuaca yang ekstrim dimana kabut asap bisa datang dan pergi secara tiba-tiba dan setelah demamnya turun mendadak sikapnya kayak dulu lagi nyari-nyari kesalahan biar bisa nangis senangis-nangisnya. Kalo sudah nangis ya ga mau denger "bujuk rayu" lagi, pokoknya nangis aja sampe yang ngebujuk ikutan emosi.

Mungkin kah yang diderita anakku itu temper tantrum? Yah nyari jawaban di internet lagi, apa kata wikipedia?

Tantrum (atau tantrum temper) adalah ledakan emosi, biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional, yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, menjerit-jerit, pembangkangan, mengomel marah, resistensi terhadap upaya untuk menenangkan dan, dalam beberapa kasus, kekerasan. Kendali fisik bisa hilang, orang tersebut mungkin tidak dapat tetap diam, dan bahkan jika "tujuan" orang tersebut dipenuhi dia mungkin tetap tidak tenang

Tantrum bagi balita adalah salah satu bentuk yang paling umum dari perilaku bermasalah pada anak-anak tetapi cenderung menurun dalam frekuensi dan intensitas begitu anak tumbuh. Pada balita, tantrum atau amukan dapat dianggap sebagai normal, bahkan sebagai pengukur dari kekuatan pengembangan karakter.

Kalo menurut pemirsa gimana? Jujur aku bingung

0 Komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar pada formulir isian berikut