Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya (Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a)

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 27 November 2015

Naik Gojek


Gojek suatu layanan pemesanan ojek online. Sebenarnya udh lama sih cuma karena di Palangka Raya ga ada layanan ini akhirnya ga pernah pake.

Nah hari ini aq posisi lagi di Jakarta dan kebetulan tepatnya di ITC Cempaka Mas. Karena pgn coba ya udh nyoba order gojek dgn tujuan Plaza Atrium Senen. Dari pertama order sampai mamangnya datang butuh waktu sekitar 6 mnt. Mungkin mamangnya agak jauh atau bisa juga macet. Dengan tarif Rp.15rb sampailah di tempat tujuan.

Oh ya sebelum berangkat naik Gojek kita akan dikasih masker sm shower cap. Masker biar terhindar dari partikel debu yg agak besar dan shower cap utk melindungi agar keringat pd kepala ga nempel di helm yg bs berakibat helmnya bau.

Untuk pembayarannya bisa menggunakan cash atau dengan gojek credit. Oh ya bagi yg mau gojek credit gratis Rp.50rb masukkan kode referral 547071825

Senin, 23 November 2015

Sinopsis: Menantu Sang Kyai


Dari judulnya sudah bisa ditebak kalo novel ini bernuansa islami. Menceritakan seorang pria yang harus merelakan tunangannya untuk orang lain dan kegigihannya menimba ilmu. Pria ini pun akhirnya menjadi primadona. Beberapa kyai dan orang alim ingin menjadikan pria ini menjadi menantunya tapi siapa kah yang akhirnya dinikahi oleh pria tersebut?

Alur ceritanya banyak mengisahkan tentang kandungan ajaran Islam namun karena settingan cerita di Pulau Jawa jadinya banyak istilah ataupun bahasa Jawa yang dipakai. Tapi tak perlu khawatir, hampir semua istilah jawa ada penjelasannya di bagian footer

Sayangnya, -menurutq- ending ceritanya agak terlalu singkat. Seakan2 dipaksakan untuk segera selesai.

Novel ini sifatnya ebook (aq kurang tau apa ada versi cetaknya) dan bisa dibeli di Wayang Force (silahkan googling utk penjelasan mengenai Wayang Force) dengan harga Rp. 50.000,-

Sabtu, 21 November 2015

Menulis Apa


Terkadang aq  bingung mau nulis apa untuk content blog ini. Beberapa teman menyarankan tulis aja tentang kehidupan pribadi.

Okay bisa lah, setelah beberapa tulisan kembali nyangkut ide. Gimana ga nyangkut orang kehidupan pribadi ga jauh2 dari rumah dan kantor serta KPPN. Kalo nulis semua tentang rumah ga mungkin jg krn ada hal-hal yg tdk perlu dceritakan. Pun bgitu juga dgn urusan kantor.

Akhirnya baca2 lagi di blog orang lain, tulislah tentang hobi. Hmm menarik. Pertanyaannya hobiku apa? Sepak bola? ga suka, balapan motor? ga ngerti, film? Sekedar penikmat aja, musik? Buat iseng doang. Apanya yg mau ditulis???

Masa sih ga punya hobi atau ketertarikan sama suatu hal. Dulu waktu kantor ngebangun repeater untuk radio komunikasi aq cukup tertarik sm radio komunikasi itu tapi cuma sesaat aja. Trus waktu kabut asap, tertarik tentang keadaan lingkungan khususnya polusi. -ketertarikan menghilang seperti hilangnya kabut asap-

Satu2nya hal yang bisa buat aq ngiler adalah jam tangan. Walopun ga bisa dibilang hobi tapi bisa lah dbilang tertarik. Tapi mau apa? Reviu produk?

Aiih ribet amat mau nulis blog aja. Tinggal tulis dengan jujur dan semampunya. Yang penting menulis dan menulis walopun kesannya nyampah -misalnya kyk tulisan ini- makanya jgn heran kalo isi blog ini acak-kadut maklum ga ada tema khusus

Motivasi buat diri sendiri dan teman2 yg mau dan akan ngeblog adalah tulislah sesuai dengan apa yg kau pikirkan. Apapun itu, gimana pun itu. Yang pasti jadilah orang yg dewasa dengan berani mempertanggungjawabkan apa yg diucapkan dan dituliskan

Rabu, 18 November 2015

Menghitung Konsumsi BBM


Sabtu kemaren aq pulang untuk kesekian kalinya dari Palangka Raya ke Kuala Kapuas. Dengan kondisi jalan dan cuaca yang normal, mobil bisa dipacu dengan kecepatan rata-rata 60-80 km/jam. Panel "eco" di dashboard relatif sering nyala. Begitu sampe di Kuala Kapuas, odometer posisi trip menunjukkan jarak tempuh 137,3 km dengan rata-rata konsumsi bahan bakar adalah 24,0 km/l

A photo posted by M. Ramdhani (@abangdhani) on

Jika dihitung untuk mengambil rata-ratanya, maka perhitungannya sebagai berikut:


Jadi jika menggunakan PERTALITE dengan harga Rp. 8.500/l maka uang yang dikeluarkan untuk sekali jalan adalah Rp. 8.500 x 5,72 liter = Rp. 48.620,- Hmm cukup irit untuk menempuh jarak 100 km lebih

Selasa, 17 November 2015

Wifi Dimana


Jaman smartphone yang serba canggih emang banyak merubah kebiasaan yang mungkin hampir akan merubah budaya.

Seperti kita tau bahwa smartphone tanpa akses internet sekarang ini seperti benda mati -emang benda mati kali ya-. Maksud aq kalo smartphone tanpa akses internet itu rasanya kayak motor tanpa bensin jadinya internet memiliki ruang tersendiri bagi pengguna smartphone. Bagi yang kuota paket internet selulernya banyak sih ga masalah tapi kalo yg terbatas maka bisa dipastikan dia akan buka wifi gadgetnya atau celingukan hanya sekedar mencari gambar atau tulisan wifi dengan username dan passwordnya.

Ada pengalaman saat aq ngantri di sebuah instansi pemerintahan dan disitu memang ada wifi yang digunakan bukan untuk publik jadinya ga ada share password. Ada teman lain yg waktu itu memang buka wifi gadgetnya dan nanya, "Dhan password wifinya tau ga?". Yaelaaaah mana aq tau orang aq ga pernah mikir mau nyantolin gadget di wifi kantor orang.

Sebenarnya apa sih untung-ruginya nyanyol di wifi orang? Yang jelas sih kuota kita ga kepake tapi disisi keamanan sebenarnya agak riskan. Bisa saja admin memasang aplikasi untuk memantau aktifitas jaringan komputetnya shingga apapun aktifitas perangkat yang nyantol bisa diketahui. Dengan begitu kan aktifitas kita menjelajah internet akan ketauan buka url apa, bahkan bisa ketauan kita mengetik apa.

Saran aq sih sebisa mungkin gunakan jaringan seluler sendiri untuk hal-hal penting seperti internet banking, penggunaan kartu kredit/debet, mengirim email penting, dan hal lain yang dirasa perlu untuk dirahasiakan atau untuk transaksi keuangan. Jika terpaksanya harus menggunakan wifi, hindari melakukan aktifitas "penting" yang bisa merugikan karena pembajakan akun keuangan atau email.

Jumat, 13 November 2015

Rest Area Terminal 1A Bandara Soetta


Halo permirsa di kesempatan kali ini aku mau ngulas tentang rest area di terminal 1A Bandara Soetta.

Kebetulan kali ini naik pesawat yang lewat terminal ini dgn rute CGK-PKY
Di rest area ini ada kasur-kasur yg bisa dipakai untuk tiduran. Dilengkapi dgn beberapa tv bersiaran dan tv informasi, sebuah charging box dan yang jadi daya tarik adalah free alias gratis
Dari pantauan aku saat ini ga penuh2 amat walopun aku bareng satu kasur sm kawan tapi masih cukup nyaman

Rabu, 11 November 2015

Masjid Raya Bandung


Udah lama banget mau main kesini. Beberapa kali ke Bandung tapi ga juga ke masjid ini. Dulu sih pernah maain ke Masjid Raya Bandung. Waktu itu masih banyak bau pesing. Masih belum pake rumput yang keren itu.

Semenjak pak Ridwan Kamil menjabat walikota, kompleks masjid ini ditata lagi menjadi lebih indah. Aku banyak lihat foto orang-orang di masjid ini membuat penasaran pengen lihat langsung.

Ternyata di kompleks masjid ini ada juga alat olahraga yang bisa dipakai umum. Hmm.. aku nyoba juga. Rugi kan kalo sudah main kesini tapi ga nyobain alat olahraganya


A photo posted by M. Ramdhani (@abangdhani) on

A photo posted by M. Ramdhani (@abangdhani) on

A photo posted by M. Ramdhani (@abangdhani) on

A photo posted by M. Ramdhani (@abangdhani) on

Senin, 09 November 2015

Jadwal Pemadaman Bergilir Akibat Sutet Roboh


Seperti kita tau kalo Palangka Raya lagi dirundung "bencana" lagi. Setelah sutet transmisi untuk listrik roboh diterjang angin kencang beberapa waktu lalu berimbas putusnya aliran listrik dari gardu utama di Kalimantan Selatan.

Akhirnya untuk memenuhi pasokan listrik digunakanlah generator cadangan yang ada di Palangkaraya. Sayangnya permintaan daya lbh besar dari daya yg mampu dihasilkan generator cadangan ini. Alhasil listrik dilakukan pemadaman secara digilir.

Jadwal pemadaman bisa dilihat pada gambar yang aku ambil dari akun twitter @infoPLK

Minggu, 08 November 2015

Hujan Lebat


Tadi malam iseng ngajak anak dan istri jalan. Maklum malam minggu dan jujur kami jarang pergi2 kalo malam.

Awalnya sih ga ada tanda2 mau hujan. Suasana biasa aja hingga mulai memasuki jalan Diponegoro mulai ada rintik2 hujan. Wiper dengan posisi low pun dihidupkan. Ga sampe 1km hujan melebat. Wiper posisi high tidak terlalu membantu. Listrik pun tiba2 mati bikin jalanan hanya diterangi lampu2 kendaraan yang melintas.

Hujan yang cukup lebat dan angin kencang lumayan lama juga. Mungkin lbh dari 15 menit.

Setelah angin kencang mereda, tinggallah hujan yg masih cukup deras. Sepanjang jalan pulang banyak baliho2 yang tumbang mungkin karena kencangnya angin yang menerpa.

Nyampe rumah buka internet ternyata ada info kalo ada tower listrik yg tumbang. Alhasil listrik mati dan hingga pagi ini blm terlihat tanda2 listrik menyala kembali. Semoga ga sampe matahari terbenam listrik udah normal

Selasa, 03 November 2015

Pingin Punya Adik (?)


Husna anak pertama dan masih satu-satunya ini kadang punya pikiran yang melebihi usianya. Kayak kemaren sewaktu di Kapuas dan silaturahmi ke tempat sepupunya Farhana (anak adikku) dia heboh mau nemanin si adik kecil.

Mulai dari ngajak main hingga akhirnya Farhana ngantuk dan mau tidur. Tidurnya Farhana masih pake ayunan dan Husna heboh mau ngayunin.


Emang sih kalo ditanya mau punya adik atau ga pasti jawabannya mau. Dikiranya punya adik itu langsung gede dan bisa diajak main. Jujur memang kami agak sedikit pending untuk "nambah anak" lagi berhubung tidak ada yang menjaganya nanti karena aku dan istri bekerja.

Dulunya sih Husna dititip ke neneknya sewaktu istri masih belum memindahdirikan untuk tugas mengikuti suami di Palangka Raya. Kalo sekarang sih ga mungkin juga kalo nitip anak kecil ke neneknya yang posisi di luar kota. Neneknya pun sudah semakin sepuh dan tenaganya sudah mulai berkurang. Bener juga kata orang-orang dulu, orang tua itu ngejaga anak dan anaknya anak hehe... luar biasa