Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya (Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a)

Arsip

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 22 Desember 2015

Hari Ibu


Seperti biasanya, tiap tanggal 22 Desember maka akan banyak ucapan dan perayaan terkait Hari Ibu. Hari dimana ucapan mengalir deras diikuti dengan seorang anak yang berfoto sama ibunya atau anaknya si anak yang berfoto dengan neneknya (eh ini hari ibu apa hari nenek?).

Di Kalimantan sendiri khususnya suku Banjar, panggilan "ibu" biasanya adalah "mama" begitu juga aq biasa manggil "mama".

Mumpung katanya Hari Ibu, aq mau mengenang sedikit pengalaman bersama mama. Mengenang saat sakit beliau hingga wafat. *Siapin tisu buat ngelap zat cair yang masih berwarna putih yang suka naik turun di celana hidung)*

Bertahun-tahun yang lalu ternyata awal dari penyakit beliau. Katanya sih Hepatitis. Kejadiannya sebelum tahun 1996 artinya aku masih SD. Waktu itu badan mama menguning dan sempat dirawat di RS. Ga banyak yang bisa aku ingat karena waktu itu aku masih terlalu imut kecil untuk memahami hal tersebut maklum anak jaman dulu lambat untuk dewasa.

2009 akhir, kejadian lagi sakitnya. Sempat dirawat dirumah hingga di RS. Berobat mulai dari medis hingga tradisional dengan ramuan herbal dan sempat sembuh. Hingga beberapa bulan berikutnya kesehatan mama ngedrop banget. Hanya berselang 1 bulan dan tepatnya 17 April 2010 mama sudah ga bisa bertahan lagi melawan penyakitnya dan wafat di RS Ulin Banjarmasin. Diagnosa akhir adalah sirosis. Menurut http://www.alodokter.com/sirosis

Sirosis adalah kerusakan hati jangka panjang atau kronis yang menyebabkan luka pada hati. Perkembangan penyakit yang perlahan-lahan mengakibatkan jaringan sehat digantikan oleh jaringan rusak. Dan pada akhirnya, hati tidak menjalankan fungsinya dengan baik. Jaringan yang rusak akan menghambat aliran darah yang melewati hati. Fungsi hati dalam memproses nutrisi, hormon, obat dan racun yang diproduksi tubuh akan melambat. Produksi protein dan unsur lain yang terjadi di dalam hati juga akan terhambat.
Kerusakan pada hati yang disebabkan oleh sirosis tidak bisa diperbaiki dan bahkan bisa menyebar lebih luas hingga akhirnya hati tidak bisa berfungsi dengan benar. Kondisi inilah yang sering disebut dengan istilah gagal hati. Sebelum sirosis menyebabkan gagal hati, perkembangannya berlangsung bertahun-tahun. Penanganan yang dilakukan hanya untuk memperlambat perkembangan penyakitnya
Waktu sebelum wafat, badan mama menguning semua bahkan darah dan airmata pun mulai menguning hingga kesadaran menurun. Itu karena bilirubin berlebihan di tubuh yang tidak bisa dinetralkan oleh hati yang sudah rusak.

Sedihnya, mama belum merasakan punya mantu dan punya cucu tapi setidaknya mama tau aku sudah bekerja dan bisa menata masa depan. Oh ya motor vario yang ada itu merupakan modal mama buat aq berangkat dan pulang kerja PP Kapuas -  Pulang Pisau (Waktu itu kantor masih di Pulang Pisau)
A photo posted by M. Ramdhani (@abangdhani) on
Akhir kata, aku ngucapin Selamat Hari Ibu (dan Hari Nenek) karena sebenarnya Ibu itu ga sekedar mengurus dan menjaga anak tapi juga ikut mengurus dan menjaga cucu. Pinjem jargonnya Ripley's Believe it Or Not, Unbelievable? Believe it

0 Komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar pada formulir isian berikut