Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya (Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a)

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 29 Maret 2016

Stop! Bukan Kita Yang Terbaik


Akhir-akhir ini lagi heboh dan rame soal DKI-1 di medsos. Mulai dari pencitraan bakal calon hingga kampanye hitam bakal calon lawan. Konon sih akun-akun medsos yang digunakan bukan akun sebenarnya alias fake.

Pun begitu juga dengan pilkada-pilkada yang lain yang sebelumnya sudah digelar. Penyebaran berita-berita yang mayoritas belum bisa terbukti kebenarannya seakan menutup timeline dan jujur ini sangat menggangguku.

Ini ada juga di medsos bukan menjelekkan orang lain sih tapi kesannya menganggap dirinya paling benar, paling hebat, dan paling semuanya seakan yang lain tak ada apa-apanya.

Hai kawan, apa yang kita tulis di medsos akan dibaca oleh orang lain. Jika yg ditulis bohong akan menjadi fitnah namun jika yang ditulis benar akan menjadi ghibah (membicarakan orang lain). STOP! Karena bukan diri kita yang terbaik

Hai kawan, apa kah diri kita merasa sempurna ditengah banyaknya ketidaksempurnaan ini? Cobalah untuk melihat ke atas, masih banyak orang lain yang lebih baik dari kita. Mampukah kita melihat gajah di pelupuk mata walopun mungkin masih melihat kuman di seberang lautan?

Hai kawan, ini bukan menggurui hanya saling mengingatkan karena kalimat di medsos juga sama derajatnya dengan ucapan lisan. Bukankah diajarkan Rasulullah bahwa keselamatan seorang insan juga tergantung lidah (perkataan)-nya.

Hai kawan marilah gunakan media sosial untuk berinteraksi secara sehat, bukan saling menghujat atau menjelekkan orang lain.

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan tetap memandu kita untuk selalu di jalanNya

Selasa, 22 Maret 2016

Orang IT Harus Tau Segalanya (?)


Information Technology (IT) atau di-bahasaindonesia-an adalah Teknologi Informasi (TI) memang sudah hampir menguasai kehidupan sehari-hari baik dalam bekerja ataupun beraktifitas. Dalam bekerja kita akan sering bersinggungan dengan alat pengolah data seperti PC/laptop, printer, dan lain sebagainya. Dalam keseharianpun tidak lepas dari yang namanya gadget

Gambar dari sini
IT memang identik dengan yang namanya komunikasi data digital cuma sayangnya masyarakat men-generalisasi-kan orang IT pasti paham dengan semua hal terkait komunikasi data digital. Padahal sebenarnya dalam pendidikan IT tidak serta merta mempelajari semua secara rinci.

A: Bro bro henpon aku kenapa ya? suka restart-restart sendiri
B: Lah emangnya diapain? paling-paling kebanyakan b*kep nya tuh
A: Yee enak aja. Ga ada bro. Coba deh kamu liat
B: *sambil nyoba-nyoba* wah ga tau nih kayaknya OS nya bermasalah
A: benerin dong. Kamu kan orang IT
B: (*)(&*@(%()*)@(#$!!!

***
#Obrolan via Instant Messenger#
C: Eh eh bisa ga benerin laptopku? Kalo dihidupin pasti nge-hang. Perasaan kemaren baik-baik aja
D: Aihhh laptop ga bisa pake perasaan bro
C: Serius niiih
D: Masih baru kan? Garansinya belum habis?
C: Iya
D: Lah klaim aja garansinya
C: Iya ya tapi disini dimana ya service center (SC) laptop ini? Kayaknya merk baru belum ada perwakilan SC-nya
D: Emang laptopmu merknya apa?
C: SNSV
D: Merk apa tuh? kayaknya ga pernah liat
C:  Makanya aku bilang baru
D: Coba kirimin foto logonya
C: Nih....
D: Koplak!!! Itu logonya kebalik!!

***
E: Bro monitor PC ku mati nih kemaren ada suara-suara kecrek-kecrek gitu di dalamya trus langsung nge-blank
F: Rusak tuh mungkin dipipisin kecoa jadinya konsleting
E: Bisa benerin ga bro?
F: Wah itu mah bawa aja ke servis elektronik
E: Ini kan perangkat komputer
F: Iya tapi itu elektronik bro.....

Dari cerita-cerita diatas jadi orang IT bisanya apa?
Jadi kalo kuliah IT ada beberapa penjurusan diantaranya ada jaringan komputer, pemrograman, desain grafis dan sebagai-bagainya jadi itulah yang dipelajari. Misalkan yang penjurusan di jaringan komputer akan belajar tentang komunikasi data, teknik rekayasa peralatan komunikasi, koneksi antar jaringan komputer, dan sejenisnya. Begitu juga dengan pemrograman dan lain-lain ada spesifiknya.

Namun ada juga orang IT yang memang hampir bisa segalanya sih tapi bukan aku! Jadi STOP bergantung "hanya" pada orang IT karena mereka bukan tau segalanya

Rabu, 16 Maret 2016

Chitato Rasa Indomie Mie Goreng


Setelah bener-bener ngiler lihat review produk ini baik di Youtube ataupun di blog tetangga akhirnya nemu juga nih tempat yang ngejualnya.

Sama seperti kebanyakan netizen lain saat produk Chitato Rasa Indomie Mie Goreng ini sedikit viral di dunia maya aku mikirnya ah paling editan doang alias hoax tapi setelah beberapa lama eh ada review produknya di youtube alhasil penasaranlah.

Bergerilya di banyak minimarket di Palangka Raya bernama Alfamart, Indomaret, Foodmart, bahkan sampai Hypermart belum ada yang jual hingga akhirnya dapat produk ini bukan di Palangka Raya tapi di Bandung.

Kebetulan lagi dinas luar urusan pekerjaan di Bandung dan acaranya di Hotel Grand Flower yang di sebelahnya ada Alfamart. Jadi maksud hati mau beli gel rambut biar tambah ketje eh ada Chitato ini yang nangkring di etalase. Kalap nih kalap bukan beli 1, bukan pula 2, tapi 3! Wow.... Biar nanti dibawa pulang supaya anak sama istri juga nyobain.

Mengenai rasanya, kalo pemirsa pernah makan Indomie Mie Goreng yang ga dimasak alias dimakan kering dengan dibubuhi bumbunya ya kurang lebih begitu lah. Tapi ada sedikit perbedaan rasa, karena bahan dasar Chitato dari kentang ya aroma kentangnya pasti kerasa dan bumbunya agak sedikit keasinan dan sedikit pedas (ini menurut lidahku ya).

Untuk harganya di Alfamart sini aku beli Rp. 8.500/pcs nya.

Jumat, 11 Maret 2016

Danau Tahai, Tempat Wisata Danau Yang (Mungkin) Terlupakan


Danau Tahai. Entah sudah berapa tahun aku ga ke tempat ini. Rasa-rasanya sudah puluhan tahun sejak adikku yang kedua masih tidur dalam ayunan.

Danau Tahai difoto dengan fitur panorama
Danau Tahai terletak di Tumbang Tahai sekitar 20 menit perjalanan darat dari Palangka Raya ke arah Sampit dan sebelum sampai ke Tangkiling masuk ke kawasan Arboretum Penangkaran Orang Hutan. Di arah objek wisata ini terdapat tiga tempat yang bisa dikunjungi yaitu Arboretum Penangkaran Orang Hutan, Bumi Perkemahan Nyaru Menteng, dan Danau Tahai. Objek wisata ini bisa dikategorikan Objek Wisata Alam.

*Baca juga: Anak Himba, Tempat Outbond Di Hutan Sebenarnya

Kebetulan waktu kemaren libur kerja karena saudara-saudara yang beragama Hindu merayakan Nyepi dan kebetulan bertepatan dengan terjadinya gerhana matahari, ada sepupu dari Banjarmasin yang datang membawa serta suami dan anaknya. Setelah menyaksikan gerhana, mereka ngajak jalan-jalan ke Danau Tahai.

*Baca juga: GMT - Indah, Eksotis, Berilmu Pengetahuan, dan Religius

Untuk masuk ke objek wisata ini cukup membayar Rp. 5rb/orang dewasa (anak-anak gratis) dan kita bisa sepuasnya berada di kawasan ini.

Objek Wisata Danau Tahai
Sebenarnya tidak terlalu banyak yang bisa dilihat disini selain danau yang airnya kecokelatan namun bersih. Jembatan gantung  yang melintasi danau pun terlihat sudah sangat lapuk. Mungkin saja tempat wisata ini telah terlupakan sebab minimnya orang berkunjung kesini.

Jembatan gantung yang nampak lapuk
Foto disitu saja nanti kecebur
Terdapat semacam gazebo atau pondokan yang bisa digunakan sebagai tempat berteduh jika kepanasan atau sekedar berisitrahat. Antar gazebo terhubung dengan jembatan sehingga untuk menikmati danau tidak perlu menggunakan perahu

Istirahat di gazebo
Gazebo dan beberapa pengunjung lain
Banyak Gazebo
Selain berjalan di jembatan yang telah ada, bisa juga menikmati danau dengan menggunakan sepeda air. Sewa sepeda air ini Rp. 10rb/30 menit. Oh ya sedikit tips jika ingin menyewa sepeda air, pastikan keamanan diri sendiri karena tidak disediakan alat keselamatan seperti life jacket atau sejenisnya, mungkin karena tipikal masyarakat Dayak yang memang mahir berenang sehingga dipandang tidak terlalu perlu alat keselamatan

Kami bertiga ngeksis dulu
Sepeda air yang bisa disewa namun minim alat keselamatan
Akhirnya setelah cukup lama memandang alam di Danau Tahai sembari beristrahat di gazebo, kami mulai melangkahkan kaki keluar kawasan objek wisata. Awalnya sih pengen main ke Arboretum sekalian cuma karena si kecil nampaknya sudah kelelahan kami pun terpaksa mengurungkan keinginan. Mungkin dilain waktu dan kesempatan

Si kecil sudah mulai minta gendong aja karena kecapekan

Kamis, 10 Maret 2016

GMT - Indah, Eksotis, Berilmu Pengetahuan, dan Religius


9 Maret 2016, Indonesia menjadi saksi sejarah Gerhana Matahari Total (GMT) yang pernah terjadi pada 33 tahun yang lalu. Namun dari beberapa referensi yang aku baca, ternyata kejadian GMT sekarang jauh lebih semarak daripada 33 tahun silam.

Seperti kita tau bahwa Palangka Raya menjadi salah satu kota yang dilintasi GMT sehingga pemerintah setempat membuat semacam festival atau perayaan termasuk menyelenggarakan Shalat Kusuf (Shalat Gerhana Matahari). Sebagai kejadian sangat langka akupun tak mau melewatkan shalat gerhana yang mungkin akan sangat lama lagi akan diadakan.

Setelah Shalat Gerhana Matahari di Masjid Raya Darussalam Palangka Raya, aku coba melihat ke arah matahari namun agak sedikit mengecewakan karena menjelang dan (kata teman-teman) saat GMT ada awan mendung yang menutupi matahari sehingga tidak dapat terlihat. Pun dari jendela lantai 2 Masjid Darussalam Palangka Raya agak sulit menyaksikan GMT dengan mata langsung. Memang pada hari tersebut hujan telah mengguyur Palangka Raya sejak sebelum Azan Subuh hingga hampir pukul 06.00 wib

Matahari tertutup awan mendung menjelang GMT
Untungnya teknologi sudah sangat canggih. Dengan teknologi akhirnya kami para jamaah shalat gerhana dapat menyaksikan proses dari mulai gerhana, GMT, hingga berakhirnya GMT. Jadi ada bantuan alat yang digunakan dan diproyeksikan ke proyektor sehingga gerhana bisa terlihat sangat jelas

Detik-detik menjelang GMT

Saat GMT terjadi. Riuh teriakan Takbir dari para jamaah

Bulan mulai bergerak mengakhiri GMT
Dari proses mulai gerhana hingga GMT, tidak henti-hentinya takbir dan shalawat dikumandangkan sebagai bukti betapa kecilnya manusia dihadapan Sang Pencipta. Hati siapa yang tak bergetar saat kejadian yang super langka yang katanya akan terjadi 350 tahun lagi di tempat yang sama ini terjadi.

Setelah GMT berakhir, jamaah masjid mulai keluar masjid untuk berusaha melihat langsung ke matahari. Pada saat ini gerhana matahari masih terjadi meskipun sebagian. Tentunya melihat ke matahari menggunakan pengaman mata seperti kacamata khusus yang dibuat memang untuk melihat ke arah matahari

Jamaah di halaman masjid
***
Gerhana matahari terjadi karena posisi bulan berada di antara matahari dan bulan sehingga cahaya dari matahari menuju bumi akan terhalang bulan. Akibatnya bayangan bulan akan terproyeksikan ke bumi sehingga menyebabkan gelap pada titik proyeksi tersebut.

Selain gerhana matahari, juga ada gerhana bulan yaitu saat posisi bulan tertutup oleh bayangan bumi sebab bumi berada di antara matahari dan bulan.

Pada zaman Rasulullah pernah juga terjadi gerhana matahari. Karena disebabkan ilmu pengetahuan saat itu belum bisa menjelaskan fenomena gerhana sehingga pada waktuitu Rasulullah SAW ketakutan, beliau khawatir akan terjadi apa-apa di bumi kemudian beliau shalat dengan membaca bacaan agak panjang, ruku' agak lama, dan sujud pun agak lama. Inilah yang akhirnya bagi umat Muslim disunahkan menyelenggarakan shalat gerhana untuk memuja kuasa Allah yang tiada tara.


Senin, 07 Maret 2016

Anak Himba, Tempat Outbond Di Hutan Sebenarnya


Beberapa hari yang lalu aku ikutan acara kantor yang salah satu kegiatannya adalah kegiatan di luar ruangan berupa outbond.

Anak Himba
Penyelenggara outbond kali ini adalah Anak Himba. Sebuah penyelenggara outbond yang kini dikelola oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Lokasinya di daerah Tangkiling sekitar 30 menit perjalanan dari pusat Kota Palangka Raya.

Kalo acara outbond di Anak Himba, disarankan untuk pakai lotion anti nyamuk sebab banyak nyamuk hutan dan memang sih lokasinya di hutan tapi jangan khawatir, aman kok baik dari binatang buas ataupun dari bayang-bayang mantan.
Seperti kita sama-sama tau yang namanya outbond biasanya berupa permainan-permainan berupa penumbuhan kerjasama, kepemimpinan, dan lain sebagainya hingga kepercayaan diri.

Di Anak Himba ada 2 spot untuk permainan. Satu spot untuk permainan lapangan dan spot lainnya untuk permainan di ketinggian.

Pada permainan lapangan, permainan dibuat untuk kompetisi antar tim yang mana dalam tim tersebut haruslah memiliki kerjasama, dedikasi, dan ada unsur kepemimpinan. Sedangkan pada permainan ketinggian, dibutuhkan kepercayaan diri dan kemampuan menguasai rasa takut.


Beberapa permainan yang dilaksanakan adalah:

Berkenalan
Berkenalan menggunakan bola yang diedarkan sambil menyebut nama kita sendiri

Berkenalan
Mencari Bola
Permainan ini dilakukan secara berkompetisi antar tim. Setiap tim diharuskan mencari bola yang telah memiliki angka sesuai dengan perintah yang telah diberikan. Tim akan "diikat" dengan sebuah tali. Anggota tim harus tetap berada di dalam ikatan tersebut

"Disana disana!"

"Pelan-pelan nanti jatuh!"

Tiup Gelas "Aqua"
Permainan ini juga sifatnya kompetisi antar tim. Setiap anggota harus meniup gelas "aqua" dari start hingga finish

"Tiup yang kuat, awas gelasnya bisa basah"

Tiup dan Tempel Balon
Juga bersifat kompetisi. Setiap anggota tim harus meniup balon dan meletakkannya di antara perut sendiri dan punggung teman di depannya. Setelah itu jalan hingga garis finish

"Pelan-pelan saja nanti meletus"
"Ayo ayo..."


Menara Sepatu
Setiap tim harus membuat menara sepatu setinggi-tingginya. Menara siapa yang paling tinggi itulah pemenangnya

"Wah sepatunya siapa nih yang bau?"

Susun Korek
Anggota tim harus menyusun korek api setingginya dan tidak boleh ada yang jatuh

"Wah lumayan nih korek di rumah abis"

Angkat  Air
Anggota tim harus mengangkat bambu berisi air dan memindahkannya ke bambu yang lain hanya dengan bantuan tali
"Pak jangan nungging!"

Jembatan Manusia
Tim harus memindahkan anggotanya dari satu titik ke titik yang lain dengan bantuan 3 buah tongkat

"Cemungudh eaa..."

Kabel Listrik
Ceritanya tali yang terbentang teraliri listik. Tiap anggota tim harus berpindah melewati tali tersebut tanpa boleh menyentuh tali dan tetap berpegangan tangan

"Permisi ya pak saya injak punggung bapak"

Papan Jurang
Setiap anggota tim harus melewati 2 buah jurang dengan hanya berbekal 3 buah papan

"Tolong papannya ditahan pak biar ga jatuh"

Ranjau Darat
Setiap tim akan berkoordinasi untuk menghindari titik-titik berisi ranjau

"Awas wal disitu ada ranjau"
Permainan Ketinggian
Setiap orang akan ditantang untuk mengalahkan ketakutan dirinya sendiri terhadap ketinggian dan halang-rintang yang ada. Permainan ini diakhiri dengan Flying Fox.

"Kami siap!"

"Panjat mang"

"Cewek juga ga mau kalah"

"Aman ga mas?", "Aman!"

"Meluncuuuur...!!!"

Para instruktur outbondnya masih cukup muda-muda dan kalo dilihat dari logat bicaranya hampir bisa dipastikan mereka penduduk setempat alias oloh itah atau orang Dayak

Untuk tempatnya sih cukup besar jika peserta masih dibawah 80 orang. Jadi bagi teman-teman yang mau coba bisa datang langsung. Untuk biayanya dan waktunya bisa langsung hubungi ke Anak Himba di lokasi sekalian survey tempat.