Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya (Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a)

Arsip

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 10 Maret 2016

GMT - Indah, Eksotis, Berilmu Pengetahuan, dan Religius


9 Maret 2016, Indonesia menjadi saksi sejarah Gerhana Matahari Total (GMT) yang pernah terjadi pada 33 tahun yang lalu. Namun dari beberapa referensi yang aku baca, ternyata kejadian GMT sekarang jauh lebih semarak daripada 33 tahun silam.

Seperti kita tau bahwa Palangka Raya menjadi salah satu kota yang dilintasi GMT sehingga pemerintah setempat membuat semacam festival atau perayaan termasuk menyelenggarakan Shalat Kusuf (Shalat Gerhana Matahari). Sebagai kejadian sangat langka akupun tak mau melewatkan shalat gerhana yang mungkin akan sangat lama lagi akan diadakan.

Setelah Shalat Gerhana Matahari di Masjid Raya Darussalam Palangka Raya, aku coba melihat ke arah matahari namun agak sedikit mengecewakan karena menjelang dan (kata teman-teman) saat GMT ada awan mendung yang menutupi matahari sehingga tidak dapat terlihat. Pun dari jendela lantai 2 Masjid Darussalam Palangka Raya agak sulit menyaksikan GMT dengan mata langsung. Memang pada hari tersebut hujan telah mengguyur Palangka Raya sejak sebelum Azan Subuh hingga hampir pukul 06.00 wib

Matahari tertutup awan mendung menjelang GMT
Untungnya teknologi sudah sangat canggih. Dengan teknologi akhirnya kami para jamaah shalat gerhana dapat menyaksikan proses dari mulai gerhana, GMT, hingga berakhirnya GMT. Jadi ada bantuan alat yang digunakan dan diproyeksikan ke proyektor sehingga gerhana bisa terlihat sangat jelas

Detik-detik menjelang GMT

Saat GMT terjadi. Riuh teriakan Takbir dari para jamaah

Bulan mulai bergerak mengakhiri GMT
Dari proses mulai gerhana hingga GMT, tidak henti-hentinya takbir dan shalawat dikumandangkan sebagai bukti betapa kecilnya manusia dihadapan Sang Pencipta. Hati siapa yang tak bergetar saat kejadian yang super langka yang katanya akan terjadi 350 tahun lagi di tempat yang sama ini terjadi.

Setelah GMT berakhir, jamaah masjid mulai keluar masjid untuk berusaha melihat langsung ke matahari. Pada saat ini gerhana matahari masih terjadi meskipun sebagian. Tentunya melihat ke matahari menggunakan pengaman mata seperti kacamata khusus yang dibuat memang untuk melihat ke arah matahari

Jamaah di halaman masjid
***
Gerhana matahari terjadi karena posisi bulan berada di antara matahari dan bulan sehingga cahaya dari matahari menuju bumi akan terhalang bulan. Akibatnya bayangan bulan akan terproyeksikan ke bumi sehingga menyebabkan gelap pada titik proyeksi tersebut.

Selain gerhana matahari, juga ada gerhana bulan yaitu saat posisi bulan tertutup oleh bayangan bumi sebab bumi berada di antara matahari dan bulan.

Pada zaman Rasulullah pernah juga terjadi gerhana matahari. Karena disebabkan ilmu pengetahuan saat itu belum bisa menjelaskan fenomena gerhana sehingga pada waktuitu Rasulullah SAW ketakutan, beliau khawatir akan terjadi apa-apa di bumi kemudian beliau shalat dengan membaca bacaan agak panjang, ruku' agak lama, dan sujud pun agak lama. Inilah yang akhirnya bagi umat Muslim disunahkan menyelenggarakan shalat gerhana untuk memuja kuasa Allah yang tiada tara.


0 Komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar pada formulir isian berikut