Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya (Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a)

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 22 April 2016

Satu Kata, Artinya Berbeda


Jadi ceritanya aku perjalanan dari Palangkaraya ke Kuala Kapuas. Kebetulan ikut mobil kantor, yang nyupirin namanya Muslimin atau kita sebut saja Mas Imin.

Sedikit perkenalan dengan Mas Imin, beliau adalah seorang PUJAKESUMA alias Putra Jawa Kelahiran Sumatera namun sudah cukup lama tinggal di Palangkaraya. Beliau belum sebulan ini jadi sopir di kantor kami‎.

Lanjut ceritanya, dalam perjalanan Palangkaraya-Kuala Kapuas melintasi beberapa jembatan besar salah satunya adalah Jembatan Pulau Telo. Pada bagian atas jembatan ini bertuliskan "Jembatan Pulau Telo" yang cukup besar.

"Jembatan Pulau Telo, pulaunya mana mas?", kata Mas Imin nanya. "Tuh di sebelah sana", jawabku sambil nunjuk ke arah pulau yang disebut dengan Pulau Telo. "Banyak singkong berarti ya mas?", "Heh! Maksudnya?", aku bingung. "Telo kan artinya singkong mas", bilang Mas Imin. "Hahahaha!!!", ngakak seketika. "Mas Imin orang Jawa sih makanya mengartikan Telo sebagai singkong. Telo disini Bahasa Dayak mas‎ yang artinya tiga."

FYI, "Telo"‎ dalam Bahasa Dayak artinya "tiga". Cara bacanya adalah "telu", huruf e dibunyikan seperti kita menyebut "Bebek"

Sabtu, 16 April 2016

Nescafe Green Coffee



Ngomongin soal kopi, aku bukan jagonya tapi aku selalu penasaran jika ada varian baru kopi sachetan.

Nah baru-baru ini sempat mampir di toko kelontong agak besar di Kuala Kapuas trus ada jual yang namanya Nescafe Green Coffee. Harganya sih Rp.15k dengan isi 10 sachet. Pengennya beli 1 sachet dulu buat nyobain tapi ternyata ga ada jual versi ecerannya.

Nyampe di rumah langsung buka bungkus besarnya terus ada sachetannya. Sobek sachet-nya langsung kecium aropa kopinya (dan kayaknya kenal nih sama aromanya). Seduh dengan air panas dan aroma semakin menyeruak.

Nyoba seruput aaah... hmm dari aroma dan rasanya kayaknya kenal deh. Diingat-ingat, oh ya aroma dan rasanya sangat mirip dengan White Coffee punyanya "Kopi Luwak" namun yang menjadi pembeda adalah setelah kopi diteguk ada rasa kalat (Bahasa Banjar) yang tersisa di mulut.

Baca-baca tulisan di bungkusnya ternyata menuliskan bahwa kopi ini kopi muda lokal jenis Robusta. Katanya sih Kopi Lampung. Bagi pencinta kopi tolong dong comment Kopi Lampung itu rasa khasnya gimana.

Sayangnya saat baca komposisinya hanya mengandung 8% kopi. Sisanya ya bahan penunjang lain seperti perisa kopi dan lain sebagainya.

Oh ya balik lagi ke soal rasa kalat. Kalo dibahasaindonesiakan adalah "sepet" (makasih atas terjemahan Bahasa Banjar -> Bahasa Indonesia teman-teman di FB dan Path). Jadi rasanya seperti rasa salak mentah atau rasa kulit rambutan.

Jumat, 15 April 2016

Smart Booking Antrian KPPN Palangka Raya


Beberapa waktu yang lalu baru dapat kabar kalo ada yang namanya Smart Booking untuk antrian di KPPN Palangka Raya. Antrian yang dimaksud adalah antrian pelayanan yang berupa SPM, Customer Service, Rekonsiliasi, dan Konfirmasi Bank.

Smart Booking Antrian KPPN Palangka Raya
Smart Booking ini mengunakan aplikasi smartphone bernama Telegram dengan membuat sebuah grup dan di grup tersebut kita bisa melakukan booking nomor antrian dan memantau nomor antrian secara realtime.

Apa kelebihannya dengan adanya smart booking ini? Menurut sumber dari website KPPN Palangka Raya (http://kppn-palangkaraya.com/?Layanan/SMART_BOOKING), sistem ini di klaim dengan kelebihan sebagai berikut:
  1. Mengurangi penumpukan antrian satker
  2. Menggunakan smartphone
  3. Hemat biaya
  4. Informasi yang diberikan realtime

Dari banyak kelebihan yang di klaim di websitenya KPPN Palangka Raya, pendapatku secara pribadi aku bisa memanfaatkan waktu antrian untuk ngerjain kerjaan lain di kantor sementara antrian tetap berjalan dan kemungkinan untuk antrian terlewat lebih kecil.

Sukses buat inovasinya dan ditunggu inivasi-inovasi selanjutnya

Kamis, 14 April 2016

Novel Rumah Malaikat


Novel Rumah Malaikat
Untuk menjalani hidup memang harus berjuang termasuk salah satunya harus merantau dan pergi meninggalkan sanak keluarga.

Sebuah novel yang menceritakan seorang anak yang awalnya merantau tanpa ada restu dari orang tua. Dia berjuang sendiri untuk kehidupan yang lebih baik, untuk mendapat penghidupan dan pendidikan yang layak.

Diceritakan dengan cukup runut bagaimana perjuangan seorang anak ini dengan segala kesusahannya namun solusi dari kesusahan dia sangat "kebetulan" banget dan sangat mudah untuk ditebak. Aku sangat suka dengan karakter tokoh utamanya yang baik dan dewasa.

Dengan kerasnya berjuang, kebahagian akhirnya datang dan itu adalah "rumah" atau "keluarga".

Melihat dari profilnya, pengarang sangatlah muda dan meskipun ini novel pertamanya namun karya-karyanya berupa cerpen telah tersebar di beberapa buku antologi bersama

Senin, 11 April 2016

Aku dan Air Mata



Sebuah novel dengan tiga cerita di dalamnya. Sesuai dengan judul pada cover, ketiga cerita semuanya bermandikan air mata.

Cerita pertama, mengisahkan seorang anak wanita yang terlahir tanpa seorang ayah dan menjadi olok-olokan teman-temannya. "Anak haram", begitu isi olokannya yang membuat tokoh utama selalu beruraian airmata hingga akhirnya dia menemukan orang yang mencintainya apa adanya dan mau menerima segala kekurangannya.

Cerita kedua, mengisahkan seorang anak laki-laki yang menyimpan sebuah rahasia besar kepada orangtuanya karena takut orangtuanya bersedih. Namun diakhir hayatnya anak laki-laki ini tidak bisa mewujudkan keinginan terakhirnya sendiri.

Cerita ketiga, mengisahkan seorang anak jalanan yang kehilangan adiknya karena tertabrak kendaraan di jalan namun justru penabrak akhirnya berteman baik dengan sang kakak

***
Novel ini aku beli di Wayang Force (Baca: Alternatif Membeli Buku Online) dengan harga yang sangat terjangkau yaitu Rp. 17.000,- wajar sih harga segitu karena kalo ada versi cetaknya tidak terlalu tebal hanya 161 halaman itupun sudah termasuk cover depan-belakang dan "pernak-pernik" lainnya seperti pengantar dan lain sebagainya

Jumat, 08 April 2016

MyNoodlez Rasa Rumput Laut


Beberapa waktu yang lalu baru nemu nih produk di Hypermart Palangka Raya. Konon katanya MyNoodlez ini aman untuk anak-anak karena bahannya berasal dari wortel dan rumput laut. Sekilas tentang MyNoodlez yang disalin dari website Indomie (http://www.indomie.com/Product/Category/11) seperti ini:
Memperkenalkan Indomie My Noodlez, mie pertama untuk anak-anak yang dibuat dengan wortel dan rumput laut dengan taburan topping crunchy yang seru. Untuk anak-anak yang gemar makan mie instan, Indomie My Noodlez akan menjadi makanan favorit mereka karena dilengkapi topping crunchy yang seru dengan rasa yang enak, Indomie My Noodlez tersedia dalam 3 pilihan rasa yang lezat, Indomie Indomie Rasa Pizza Cheese, Rasa Salmon Teriyaki, dan Indomie Rasa Rumput Laut. Dijamin pengalaman makan mereka menjadi lebih seru dan menyenangkan!

abaikan yang berantakan

Nah kali ini aku akan nyobain yang rasa rumput laut.
Cara memasaknya kurang lebih sama dengan produk Indomie atau mie instant lainnya. Dalam kemasan MyNoodlez Rasa Rumput Laut ini ada 4 barang yaitu 1 mie instant berwarna hijau, 1 serbuk bumbu, 1 minyak sayur yang juga berwarna hijau, dan 1 toping.

Karena mie ini termasuk genre mie goreng maka dalam penyajiannya tidak memerlukan kuah. Yang jadi perhatian lebihku adalah soal toping dimana ini menjadi pembeda dengan mie instant produksi Indomie lainnya. Ternyata untuk MyNoodlez Rasa Rumput Laut ini topingnya adalah lembaran rumput laut kering dan sepertinya sih bawang goreng.

Kesan pertama saat menyantap adalah aroma khas rumput laut begitu terasa. Warnanya yang menghijau dan toping yang cukup banyak benar-benar menggugah selera makan. Perbandingan antara rasa asin, guring, manis terasa sangat pas. Namun untuk porsi nampaknya sih terlalu besar untuk ukuran anak-anak yang tidak terlalu doyan makan kayak anakku yang hanya bisa menghabiskan 3/4-nya saja.

Melirik komposisi mie nya, tetap menggunakan tepung terigu sebagai bahan utamanya dengan tambahan rumput laut namun kandungan MSG tidak ditulis baik di komposisi mie ataupun bumbunya (memang ga ada kandungan MSG atau ada bahasa lain aku ga terlalu ngerti)

Rabu, 06 April 2016

Hujan


"Apa yang hendak kamu lupakan?", "Aku ingin melupakan hujan"

Novel Hujan karya Tere Liye

Sebuah percakapan awal di bagian awal novel yang membuat penasaran bagi sebagian orang. Ada apa dengan cinta hujan? Begitu juga dengan cover belakang novel yang biasanya berisi sinopsis namun di novel ini tidak, hanya beberapa kata yang semakin membuat penasaran.

Novel ini menceritakan tentang terjadinya sebuah kejadian alam yang akhirnya merubah keadaan dunia. Latar belakang waktu di masa depan dengan berbagai kecanggihan teknologi.

Adalah Lail, seorang anak yang ditinggal orangtuanya karena sebuah kejadian alam yang ditolong oleh seorang anak bernama Esok yang akhirnya menjadi sahabatnya selama bertahun-tahun. Namun karena harus menjalani pendidikan akhirnya mereka berpisah. Untuk melupakan sahabatnya sementara, Lail pun berusaha mencari kesibukan. Bersama teman barunya Maryam, Lail menemukan banyak pengalaman.

Esok adalah sosok tokoh yang jenius. Dalam perkuliahannya dia memiliki sebuah karya yang nantinya akan berdampak besar bagi kehidupan manusia.

Maryam sosok sahabat Lail. Perkenalan mereka berawal dari sebuah panti. Meskipun Maryam sering menggoda Lail tapi persahabatan mereka tidak pernah retak. Meskipun begitu, Maryam tidak mampu menahan Lail untuk berusaha melupakan "Hujan".

Genre novel ini adalan science fiction. Kita akan disuguhkan beberapa kata-kata ilmiah. Bagi sebagian orang mungkin akan terasa membosankan di awal-awal cerita namun setelah lewat beberapa chapter maka cerita terasa lebih seru dan membuat penasaran. 

"Tentang persahabatan, tentang cinta, tentang perpisahan, tentang melupakan, tentang hujan"