Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya (Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a)

Arsip

Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 17 Juli 2016

Novel: Moga Bunda Disayang Allah



Apa jadinya jika mempunyai seorang anak yang buta dan tuli (otomatis bisu juga)? Tentunya akan sangat menyedihkan bagi kedua orangtuanya. Namun tentunya orangtua pasti akan mengupayakan dengan berbagai cara untuk bisa menyembuhkannya.

Pak HK dan Bu HK yang mendapat "anugerah" untuk merawat anaknya bernama Melati yang memiliki keterbatasan tersebut. Bertahun-tahun mereka merawat Melati yang semakin frustasi dengan rasa ingin tahunya namun tidak ada media komunikasi yang bisa dilakukan hingga Melati mengekspresikan diri dengan berteriak serta melempar benda disekitarnya.

Hingga tersebutlah seorang pemuda bernama Karang seorang pemabuk dan urakan. Konon dia adalah pemuda yang bisa memberikan keajaiban terhadap anak-anak. Bagaimana perjuangannya untuk memberikan keajaiban kepada Melati? Kenapa dia menjadi seorang pemabuk dan urakan?

Dalam novel ini diceritakan bagaimana perjuangan seorang Bunda-nya Melati dalam kesabarannya menanti keajaiban dan keadilan Tuhan. Begitu juga perjuangan Karang dalam menemukan jalan kedatangan keajaiban tersebut dan tentu saja Melati tokoh sentral yang tidak kalah gigihnya berjuang ditengah tertutupnya indera untuk berkomunikasinya.

Awal membaca novel karangan Tere Liye ini aku ingat sebuah cerita nyata tentang anak seperti Melati. Ya namanya Hellen Keller. Apa hubungan cerita Melati dan Hellen Keller? Ada penjelasannya.

Oh ya novel ini juga sudah dibikin film-nya. Meskipun adegannya tidak sama persis dengan yang di novel tapi sudah cukup bagus memvisualisasikan imajinasi saat membaca novelnya. Kalo aku kasih saran sih mending nonton filmnya dulu baru baca novelnya karena di novel akan ada kejutan-kejutan yang tidak ada di filmnya dan novel juga bisa menjelaskan beberapa pertanyaan yang muncul saat nonton filmnya. Misalnya siapa anak yang meninggal saat terjadi kecelakaan di laut pada awal-awal film? dan apa hubungannya dengan Karang?

1 komentar:

  1. novel ini memang inspiratif banget, layak di bacaa

    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar pada formulir isian berikut