Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya (Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a)

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 27 Maret 2017

Gowes di Kuala Kapuas


Seperti biasa, weekend saya punya agenda gowes. Nah weekend kali ini saya sedang berada di kota Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah.


Kota Kuala Kapuas ini tergolong kota kecil sehingga untuk mendapatkan jarak agak susah. Kita harus sampe ke pojok-pojok kota untuk dapat jarak yang cukup jauh.

Kebetulan dirumah ada sepeda citybike punya mertua, alhasil sepeda itu dipake ngegowes muter kota kecil ini pagi-pagi.

Diawali dengan bismillah, maka mulai gowes. Tujuan pertama adalah bundaran besar yang jadi icon Kuala Kapuas yang juga merupakan kawasan hub (penghubung) antar kota dan antar propinsi.

Rute Jalan Barito menuju Jalan Cilik Riwut dan masuk ke Jalan Pemuda. Dengan jarak kurang dari 5 km, saya sudah tiba di bundaran besar ini. Dan seperti biasa saya mengabadikan momen dengan kamera belakang hp. Di Jalan Pemuda saya melewati mall satu-satunya di kota ini yaitu Citimall

Citimall
Bundaran Besar

Ornamen Etnik di Bundaran Besar

Suasana Bundaran Besar

Lanjut gowes masuk ke Jalan Jepang. 5 km pertama didapat di jalan ini. Di sepanjang jalan saya "ditemani" mobil dan truk-truk yang cukup besar dan kencang. Perlu berhati-hati ekstra di jalan ini maklumlah ini jalan lingkar luar yang biasa digunakan untuk akses dari Palangkaraya menuju Banjarmasin atau sebaliknya.

Cukup ketir-ketir di jalan besar akhirnya saya memutuskan untuk masuk ke Jalan Kasturi, jalan kecil menuju perkampungan Pulau Telo agar lebih aman. Lepas dari Jalan Kasturi, saya masuk ke Jalan Garuda dengan tujuan ke GPU (Gedung Pertemuan Umum) yang letaknya di sisi Sungai Kapuas Murung. Dilokasi ini dulu pernah dijadikan Posko penanganan kecelakaan tenggelamnya kapal feri penyeberangan tradisional beberapa tahun yang lalu.

Puing Kapal Feri Tradisional

Sungai Kapuas Murung

Setelah dari GPU saya memutuskan untuk kembali ke rumah karena cuaca semakin panas. Dan akhirnya sampai di rumah dengan jarak tempuh 16 km.


Rabu, 08 Maret 2017

Motivasi Hidup Sehat


Hai pemirsa, akhirnyaaaaaaa ketemu lagi dengan blog yang rada berdebu karena ga keurus ini. Maklum lah beberapa minggu terakhir ini banyak pekerjaan yang harus diprioritaskan.

gambar dari internet
Pembahasan kali ini saya mau cerita untuk memotivasi diri sendiri agar hidup lebih sehat. Sebelumnya saya mau cerita, beberapa waktu yang lalu ada acil atau dalam Bahasa Indonesianya adalah tante yang meninggal. Setelah saya tanya sama anak-anak beliau, ternyata saat meninggal gejalanya hampir sama seperti almarhumah mama dulu yaitu liver.

Saya lalu menghubung-hubungkan riwayat penyakit di keluarga kami. Dari struktur kerabat almarhumah mama ada kakek, almarhumah mama, dan almarhumah acil yang beberapa waktu kemaren meninggal karena liver padahal orang-orang tersebut dibilang aktif dalam bergerak. Mungkin kakek dulu meninggal karena memang pengobatan belum se-modern sekarang tapi almarhumah mama yang aku tau banget seperti apa penanganan medisnya akhirnya harus menyerah dengan diagnosa akhir sirosis.

Dari struktur kerabat abah, ada almarhum om yang meninggal juga karena liver ini. Sedangkan almarhumah nenek meninggal dengan riwayat sakit jantung.

Dari data-data sederhana tersebut saya sampai ke kesimpulan sederhana, SAYA KEMUNGKINAN BISA JUGA TERKENA PENYAKIT TERSEBUT dan saya mulai berpikir untuk hidup lebih sehat lagi.

Langkah pertama adalah memperbaiki pola makan. Pola makan saya rada kurang bagus. Kalo badan capek biasanya malas makan. Makan pun sekedar kenyang tanpa harus ambil pusing soal nutrisi. Nah kini harus mulai diubah, makan teratur dan tercukupi baik secara porsi makan ataupun nutrisi.

Langkah kedua adalah meningkatkan daya tahan tubuh. Hasil dari mengumpulkan referensi, ternyata salah satu cara meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan olahraga dan olahraga yang baik itu adalah yang rutin serta terukur karenanya saya memilih bersepeda setiap pagi dan sore untuk berangkat dan pulang kerja serta sesekali bersepeda agak jauh saat weekend. Pengen juga latihan berlari, doakan yaa.. Ada beberapa teman yang bilang kalo saya sudah kurus dan kalo pake olahraga bisa tambah kurus, menurut saya berat badan akan mengikuti kesehatan kita. Jika kita sehat, yang gendut akan proporsional, pun yang kurus akan proporsional juga

Kehujanan, berteduh dulu di area Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya

Jalan menuju bandara

Langkah ketiga adalah membiasakan hidup sehat. Tidak merokok pasif, kalo boker harus cebok (ini udah dilakuin lama ya), pengelolaan stress, dan beberapa pola hidup sehat lainnya

Langkah keempat adalah membereskan sholat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa dalam gerakan sholat ada makna yang terkandung baik secara batin maupun secara fisik.

Mungkin itu aja untuk kali ini, jika ada pemirsa yang ingin menambahkan bisa di-comment di form di bawah. Makasih

Diatas Jembatan Kahayan Palangkaraya

idem