Ikatlah Ilmu Dengan Menuliskannya (Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a)

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 04 Oktober 2019

Kacamata Hitam Untuk Mata Minus



Kacamata sudah menjadi bagian dari keseharianku. Ya sejak SMA sampe sekarang aku terbiasa menggunakan kacamata untuk membantu memperbaiki penglihatan. Ukuran minus juga naik turun dan beberapa tahun terakhir ini mentok udah ga bisa turun lagi

Salah satu permasalahan jika bermata minus adalah sulitnya menggunakan kacamata hitam di luar ruangan. Aku sdh coba menggunakan lensa yang photocromic. Enak sih kalo lagi outdoor cuma permasalahannya kalo untuk nyetir mobil lensanya tetap putih ga berubah jadi gelap meskipun panas terik.

Baca juga: Kacamata Dengan Lensa Fhotogray

Nah beberapa waktu lalu sempat main ke ibukota dan lihat-lihat lensa kacamata dan ternyata ada yang berwarna. Warnanya pun beraneka ragam dan bahkan ada yang full dan ada yang gradasi. Tertarik untuk beli tapi ternyata harus PO dulu dan ga sempat karena harus balik lagi ke Kota Cantik Palangka Raya.

Nyampe di rumah, rasa penasaran masih ada. Iseng buka salah satu market place dan ada yang jual tuh lensa berwarna yang ukuran minus dengan harga tidak sampai 100rb. Order lah warna gray dengan ukuran minus yang sesuai dengan mata aku.

Beberapa hari kemudian lensanya udah nyampe. Terus ke optik langganan untuk cari frame yang ringan dan bagus. Dan akhirnya dibikinkan kacamata hitam dengan ukuran minus yang sesuai dengan mata aku. Alhasil kacamata ini akhirnya sering dipake baik saat nyetir mobil ataupun naik motor dan juga nanti akan dipake saat berolahraga lari. Nanti setelah kabut asap benar-benar menghilang dari Palangka Raya. Semoga secepatnya. Aamiin...

Jumat, 01 Maret 2019

Grab Food dan Go-Food. Mana Yang Lebih Hemat



Persaingan usaha Grab dan Go-Jek kini sudah merambah Palangka Raya. Banyak masyarakat yang sangat terbantu dengan adanya layanan ini. Selain layanan transportasi, keduanya juga memberikan layanan pemesanan makanan yang disebut Grab Food dan Go-Food.

Kali ini aku mau bandingin harga keduanya. Biar fair maka warungnya sama (mungkin berbeda nama sedikit tapi percayalah itu warung yang sama), yang dipesan juga sama, serta tujuan pengantarannya pun sama. Tidak lupa untuk menghilangkan segala promo yang ada.

Disclaimer: aku bukan di-endorse warung yang menjadi contoh di tulisan ini dan juga tidak ingin mendiskreditkan Grab atau Go-Jek khususnya pada layanan Food. Ini murni hanya penasaran layanan siapa yang lebih hemat

Kedai Seblak
Menu yang dipesan adalah seblak ceker dan seblak komplit dengan tujuan antar ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Palangka Raya
Hasilnya ada pada capture berikut

Grab Food

Go-Food


Pizza Buah
Menu yang dipesan pizza buah ukuran S dan ukuran M. Tujuan antar masih sama ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Palangka Raya
Hasilnya adalah
Grab Food

Go-Food


Jadi aku bisa simpulkan
1. Secara harga, maka lebih hemat pembelian dengan menggunakan Grab Food
2. Secara ongkos antar, maka lebih hemat dengan menggunakan Go-Food
3. Secara keseluruhan (harga+ongkos antar) maka lebih hemat menggunakan Grab Food

Kamis, 28 Februari 2019

Telor Yang Berubah Menjadi Ayam dan Lele


Foto koleksi Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya
Tulisan ini bisa dibilang nyambung sama tulisan sebelumnya yaitu Camping Ayah Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya. Namun kali ini aku pengen cerita tentang Gala Dinner yang seru

Jadi, peserta camping ayah kan dibagi berkelompok dengan nama suku. Aku ada di Suku Kecebong Kecubung Merah. Nah tiap suku diharapkan memasak se-enak mungkin untuk kegiatan Gala Dinner. Di kelompok kami, masak digawangi oleh Ustadz Munir. Dengan bahan yang ada, kami masak nasi, lauk telor dadar campur kornet, terong goreng, dan kacang panjang kukus serta mentimun. Tidak lupa sambal sebagai penambah selera makan

Setelah selesai masak, kami disuruh menyajikan makanan di atas 2 buah loyang besar. Untuk dibawa ke tempat berkumpul. 1 buah loyang besar akan kami makan dan loyang besar lainnya akan ditukar-tukar dengan kelompok lain. Dan teeerreeeeenngggg!!! Telor kornet sederhana pun berubah menjadi ayam goreng dan lele pada 1 loyang yang ditukar tadi.
Foto koleksi Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya

Foto koleksi Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya
Para ayah pun makan dengan lahap dan seru. Maklumlah mungkin sudah keroncongan perutnya sebab berkegiatan dari siang sampai sore hari. Saking serunya para ayah ini ada yang bilang "rejeki yang tertukar". Semoga bisa saling mengikhlaskan ya ayah-ayah hebat semua.

Paginya kami masak lagi untuk sarapan. Kali ini menunya kurang lebih sama dengan tadi malam (aslinya sih untuk ngabisin bahan masak aja). Yang berbeda hanya terong yang dibakar memanfaatkan sisa bara api yang dibuat ayah-ayah tenda sebelah. Sayangnya masih pagi ini telornya tidak bisa berubah lagi menjadi ayam atau lele karena para ayah sarapan di tenda masing-masing

Rabu, 27 Februari 2019

Camping Ayah Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya



Ayah sangat berperan penting terhadap pendidikan anak. Bukan sekedar mencari nafkah untuk menghidupinya tapi juga harus terlibat aktif dalam pendidikan dan pengasuhan. Banyak penelitian yang menyatakan "ketidakberesan" tingkah laku anak saat dewasa ada pengaruhnya dari dekat atau tidaknya anak ke ayahnya.

Dalam rangka inilah Sekolah Sahabat Alam Palangka Raya melaksanakan kegiatan Camping Ayah untuk wali muridnya dengan mengambil tema "Menjadi Ayah Milennial Dengan Tidak Meninggalkan Kearifan Lokal dan Tradisi Yang Baik" dengan materi Coaching Clinic "Ayah bercerita, anak bahagia". Kegiatan camping diadakan di Bumi Perkemahan Nyaru Menteng tanggal 23 - 24 Februari 2019

Secara ringkas, kegiatan camping ayah ini sangat seru apalagi buat aku yang pertama kali ikut. Sebelum hari H udah kepikiran wah bakalan dapat tambahan kawan-kawan baru ini.

Hari pertama, para ayah kumpul di sekolah untuk saling berkoordinasi biar enak berangkatnya. Banyak juga para ayah yang saling berkenalan termasuk aku. Barang-barang yang dipersiapkan juga kurang lebih seperti halnya camping yang jauh dari "peradaban". Berangkat dari sekolah secara mandiri, yang ga ada alat transportasi bisa numpang di mobil yang masih bisa ditumpangi.

Setelah tiba di lokasi camping, para ayah berkegiatan cukup padat. Mulai dari mendirikan tenda, pembetukan "suku", pembukaan, masak, hingga gala dinner yang seru. Malamnya diadakan coaching clinic tentang ayah bercerita oleh Kak Hadian Maryadi

Hari kedua pun tidak kalah seru. Para ayah diajak tracking ke hutan dimana ada beberapa pos yang menyediakan permainan seru yaitu memanah, patil lele, main kelereng, dan gobak sodor. Benar-benar mengingatkan permainan ayah-ayah di masa anak-anak dulu. Para ayah tidak segan untuk tertawa dan bersenang-senang sejenak melupakan hal terkait pekerjaan